Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Jenis, dan Peran Penting Thyristor

Pengertian, Jenis, dan Peran Penting Thyristor


Thyristor adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar atau pengendali aliran listrik. Komponen ini terbuat dari bahan semikonduktor dan memiliki beberapa kaki terminal, bergantung pada jenisnya. Meskipun merupakan semikonduktor, Thyristor tidak digunakan sebagai penguat sinyal seperti transistor. Istilah "Thyristor" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pintu."


Thyristor memiliki dua kondisi utama, yaitu ON (aktif) dan OFF (non-aktif). Ketika Thyristor dalam keadaan ON, ia memungkinkan aliran listrik melalui rangkaian yang terhubung dengannya. Ketika dalam keadaan OFF, ia memutuskan aliran listrik dan tidak membiarkan arus melewati.

 

Thyristor dapat diaktifkan atau dimatikan melalui sinyal pengendali yang sesuai. Sinyal pengendali ini biasanya diberikan dalam bentuk tegangan atau arus ke salah satu terminal Thyristor, yang disebut sebagai terminal GATE. Ketika sinyal pengendali mencapai ambang tertentu, Thyristor akan beralih dari keadaan OFF menjadi ON, memungkinkan aliran listrik.

 

Thyristor memiliki beberapa jenis, termasuk Silicon Controlled Rectifier (SCR), Silicon Controlled Switch (SCS), TRIAC (Triode for Alternating Current), dan DIAC (Diode Alternating Current). Masing-masing jenis Thyristor memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda sesuai dengan aplikasi tertentu.

 

Penggunaan Thyristor sangat umum dalam berbagai industri, seperti pengendalian motor listrik, pengaturan intensitas cahaya dalam perangkat seperti lampu redup (dimmer), dan berbagai sistem pengendalian daya lainnya. Thyristor memiliki keunggulan dalam efisiensi dan keandalannya, menjadikannya komponen penting dalam dunia elektronika dan otomasi industri.

 

Pada dasarnya, Thyristor berfungsi sebagai saklar yang mengizinkan aliran arus listrik saat diberikan sinyal pengendali yang sesuai. Thyristor dapat memiliki tiga hingga empat kaki terminal, dan cara kerjanya berbeda bergantung pada jenisnya. Secara umum, Thyristor digunakan untuk mengendalikan aliran listrik dalam berbagai aplikasi, termasuk pengendali daya, timer, osilator, peredam cahaya, dan pengendali kecepatan motor listrik.

 

Jenis-jenis Thyristor

Ada beberapa jenis Thyristor yang umum digunakan dalam berbagai aplikasi. Berikut adalah beberapa jenis Thyristor utama:

 

SCR (Silicon Controlled Rectifier):

 

SCR adalah jenis Thyristor yang memiliki tiga kaki terminal: GATE, ANODA, dan KATODA.

Ketika SCR dipicu dengan mengalirkan arus rendah ke terminal GATE-nya, ia akan menghantarkan arus listrik dari ANODA ke KATODA.

SCR akan tetap dalam keadaan ON bahkan setelah sinyal pengendali dihilangkan, dan hanya akan mati ketika aliran listrik melalui ANODA ke KATODA turun ke nol.

SCS (Silicon Controlled Switch):

 

SCS juga memiliki empat kaki terminal: GATE, ANODE GATE, ANODE, dan CATHODE.

Cara kerja SCS mirip dengan SCR, tetapi ia dapat dimatikan dengan memberikan tegangan pada terminal Anode Gate.

SCS menghantarkan arus listrik hanya dari ANODE ke CATHODE, dan dapat diaktifkan dengan memberikan tegangan negatif ke Anode Gate.

TRIAC (Triode for Alternating Current):

 

TRIAC adalah Thyristor dengan tiga kaki terminal: GATE, MT1, dan MT2.

TRIAC adalah saklar bidireksional yang mampu menghantarkan arus listrik dari kedua arah.

Ketika dipicu, TRIAC memungkinkan aliran arus listrik baik dari MT1 ke MT2 maupun sebaliknya.

TRIAC cocok untuk mengendalikan baik arus searah maupun arus bolak-balik.

DIAC (Diode Alternating Current):

 

DIAC adalah Thyristor dengan hanya dua kaki terminal.

DIAC dapat menghantarkan arus listrik dari kedua arah ketika tegangan melewati batas breakover-nya (tegangan breakdown).

Ketika tegangan mencapai atau melampaui batas breakover DIAC, ia akan menjadi saklar ON dan memungkinkan aliran arus listrik.

DIAC akan tetap dalam kondisi ON sampai tegangan turun menjadi "0" atau arus listriknya diputuskan.

Thyristor adalah komponen penting dalam dunia elektronika yang digunakan dalam berbagai aplikasi untuk mengendalikan aliran listrik. Kemampuannya untuk berfungsi sebagai saklar yang hanya memiliki dua keadaan, yaitu ON dan OFF, menjadikannya pilihan yang ideal dalam banyak rangkaian elektronika. Thyristor juga memiliki beragam jenis yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi tertentu.***

Post a Comment for "Pengertian, Jenis, dan Peran Penting Thyristor"