Published 5:40 PM by Admin with 0 comment

Spektrum Elektromagnetik adalah - Pengetian, Jenis & Cara Mengukur Spektrum EM

Spektrum elektromagnetik (EM) adalah kisaran semua jenis radiasi eletkromagnetik. Radiasi adalah energi yang bergerak dan menyebar saat berjalan, contohnya seperti cahaya tampak yang berasal dari lampu di rumah kamu atau gelombang radio yang berasal dari stasiun radio adalah dua jenis radiasi elektromagnetik. Beberapa jenis lain dari radiasi elektromagnetik (EM) yang membentuk spektrum elektromagnetik adalah cahaya inframerah, gelombang mikro, sinar ultraviolet, sinar-X dan sinar gamma.

Jenis Spektrum Elektromagnetik 


Tahukah kamu, sebenarnya spektrum elektromagnetik bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada peralatan-peralatan umum disekitar kita. Berikut ini jenis spektrum elektromagnetik yang terlihat pada gambar dibawah ini

Gambar-Jenis-Spektrum-Elektron


  • Radio: Radio berguna dalam menangkap gelombang radio yang dipancarkan oleh stasiun radio, sehingga kamu dapat mendengarkan lagu. Disamping itu, gelombang radio juga dipancarkan oleh bintang dan gas di ruang angkasa
  • Microwave: Dengan adanya radiasi microwave maka kamu dapat memasak makanan didalamnya dalam beberapa menit, disamping itu peralatan microwave juga digunakan oleh para astronom untuk mempelajari tentang struktur galaksi terdekat.
  • Inframerah: Salah satu contohnya adalah kacamata penglihatan malam. Kacamata penglihatan malam mengambil cahaya inframerah yang dipancarkan oleh kulit dan benda-benda kita dengan panas. Disamping itu inframerah juga digunakan di ruang angkasa, cahaya inframerah dapat membantu dalam memetakan debu di antara bintang-bintang.
  • Cahaya Tampak : Mata kita dapat mendeteksi cahaya tampak. cahay dari kunang-kunang, bola lampu, dan bintang semua memancarkan cahaya tampak.
  • Ultraviolet: Radiasi ultraviolet atau radiasi UV dipancarkan oleh Matahari, disamping itu, benda-benda yang "panas" di ruang angkasa juga memancarkan radiasi UV.
  • X-ray: Dengan menggunakan sinar-X dokter gigi dapat  memperlihatkan gambaran gigi, selain itu pada pemeriksaaan untuk keamanan di bandara, sinar-X digunakan utnuk mengecek isi tas penumpang. Disamping itu, gas panas yang ada di Alam Semesta juga memancarkan sinar-X.
  • Sinar gamma: Salah satu contoh penggunaan sinar gamma adalah dalam bidang medis, dokter menggunakan pencitraan sinar gamma untuk melihat bagian dalam tubuh pasien. Generator sinar gamma terbesar yaitu alam Semesta.

Apakah Gelombang Radio Sama Dengan Sinar Gamma?


Yang harus kamu pahami adalah gelombang radio dengan sinar gamma dihasilkan dalam proses yang berbeda selain itu dideteksi dengan cara yang berbeda, tetapi keduanya pada dasarnya tidak berbeda. Gelombang radio, sinar gamma, sinar X, cahaya tampak, dan jenis spektrum elektromagnetik lainnya adalah radiasi elektromagnetik.

Radiasi elektromagnetik dapat digambarkan sebagai aliran partikel tanpa massa, yang disebut foton, masing-masing bergerak dalam pola seperti gelombang dengan kecepatan cahaya. Setiap foton mengandung sejumlah energi. Berbagai jenis radiasi ditentukan oleh jumlah energi yang ditemukan dalam foton. 

Gelombang radio memiliki foton dengan energi rendah, foton dari gelombang mikro wave memiliki lebih banyak energi daripada gelombang radio, foton inframerah masih lebih banyak, kemudian selanjutnya sesuai urutan yaitu ultraviolet, sinar-X, dan, yang memiliki energi terbesar dari semuanya yaitu sinar gamma.

Mengukur Radiasi Elektromagentik


Radiasi elektromagnetik dapat dinyatakan dalam bentuk energi, panjang gelombang, atau frekuensi. Frekuensi diukur dalam siklus per detik, atau Hertz. Panjang gelombang diukur dalam meter. Energi diukur dalam volt elektron. Masing-masing dari ketiga variabel yang telah disebutkan diatas digunakan dalam menggambarkan radiasi elektromagnetik dan saling berkaitan satu sama lain secara matematis. 

Gambar-Panjang-Radiasi-Elektromagnetik

Tetapi mengapa radiasi elektromagnetik diukur dengan 3 cara ?

Jawaban singkatnya adalah umumnya para ilmuwan tidak suka menggunakan angka yang lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya. Maksudnya jauh lebih mudah untuk mengatakan atau menulis "dua kilometer" daripada "dua ribu meter."

Astronom yang mempelajari gelombang radio cenderung menggunakan panjang gelombang atau frekuensi. Sebagian besar bagian radio dari spektrum EM berada dalam kisaran dari sekitar 1 cm hingga 1 km, yaitu 30 gigahertz (GHz) hingga 300 kilohertz (kHz) dalam frekuensi. Radio adalah bagian yang sangat luas dari spektrum elektromagnetik.

Astronom inframerah dan optik umumnya menggunakan panjang gelombang. Para astronom inframerah menggunakan mikron (sepersejuta meter) untuk panjang gelombang, sehingga bagian dari spektrum elekromagnetik jatuh dalam kisaran 1 hingga 100 mikron. 

Astronom optik menggunakan angstrom (0,00000001 cm, atau 10-8 cm) dan nanometer (0,0000001 cm, atau 10-7 cm). Menggunakan nanometer, violet, biru, hijau, kuning, oranye, dan lampu merah memiliki panjang gelombang antara 400 dan 700 nanometer. (kisaran ini hanyalah sebagian kecil dari seluruh spektrum elektromagnetik, sehingga cahaya yang dapat dilihat mata kita hanyalah sebagian kecil dari semua radiasi elektromagnetik di sekitar kita.)

Panjang gelombang dari ultraviolet, sinar-X, dan sinar gamma dari spektrum elektromagnetik sangat kecil. Daripada menggunakan panjang gelombang, para astronom yang mempelajari bagian-bagian ini dari spektrum elektromagnetik biasanya merujuk pada foton dengan jumlah energi yang dimiliki, diukur dalam elektron volt (eV). 

Radiasi ultraviolet berada dalam kisaran dari beberapa volt elektron hingga sekitar 100 eV. Foton sinar-X memiliki energi dalam kisaran 100 eV hingga 100.000 eV (atau 100 keV), terakhir yaitu foton Sinar-gamma memiliki energi lebih besar dari 100 keV.

Mengapa kita menempatkan teleskop di orbit?


Atmosfer bumi akan memblok sebagian besar jenis radiasi elektromagnetik dari ruang angkasa untuk mencapai permukaan Bumi. Gambar dibawah ini menunjukkan seberapa jauh radiasi elektromagnetik dapat mencapai permukaan bumi, sebelum akhirnya menghilang dan diserap di atmosfer. Dari beberapa jenis radiasi elektromagnetik hanya gelombang radio dan cahaya tampak yang mencapai permukaan bumi.

Gambar-Spektrum-Elektromgnetik-Di-Atmosfer

Kebanyakan radiasi elektromagnetik dari ruang angkasa tidak dapat mencapai permukaan bumi. Para astronom dapat mengamati beberapa panjang gelombang inframerah dengan meletakkan teleskop di puncak gunung. 

Beberapa cara lain yaitu dengan menggunakan balon udara dapat mencapai 35 km di atas permukaan dan dapat beroperasi selama berbulan-bulan, adapun dengan menggunakan roket dapat bergerak jauh di atas atmosfer Bumi, tetapi hanya untuk beberapa menit sebelum akhirnya jatuh kembali ke Bumi.

Namun, untuk pengamatan jangka panjang, cara terbaik untuk mengamati radiasi aau spektrum elektromagnetik adalah dengan menggunakan detektor di satelit yang mengorbit. 

      edit
Published 8:16 PM by Admin with 0 comment

Elektromaget adalah - Pengertian, Cara Membuat Elektromagnet & Aplikasinya

Elektromagnet adalah magnet yang beroperasi terhadap arus listrik. Tidak seperti magnet permanen, kekuatan magnet dari elektromagnet dapat dengan mudah diubah dengan cara mengubah jumlah arus listrik yang mengalir melaluinya. Kutub-kutub elektromagnet bahkan dapat dibalik dengan membalik aliran listrik.

Pengertian Elektromagnet


Elektromagnet adalah magnet yang dibuat ketika listrik mengalir melalui konduktor, dengan kata lain, sebuah elektromagnet bekerja karena arus listrik menghasilkan medan magnet dimana. Medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik membentuk lingkaran di sekitar arus listrik, seperti yang ditunjukkan pada diagram di bawah ini:

Tampak Depan

Gambar-Elektromagnet

Tampak Samping

Gambar-Elektromagnet-Arah-Medan-Magnet

Jika kawat yang dialiri arus listrik dibentuk menjadi serangkaian loop, maka medan magnet dapat terkonsentrasi di dalam loop tersebut. Medan magnet dapat diperkuat lagi dengan melilitkan kawat ke sekeliling inti. Atom-atom dari bahan tertentu, seperti nikel, besi dan kobalt dapat berperilaku seperti sebuah magnet kecil. 

Umumnya, atom-atom yang berada dalam gumpalan titik besi akan memilih arah acak dan medan magnet itu sendiri cenderung akan saling membatalkan atau menolak satu sama lain. Namun, medan magnet yang dihasilkan dari kawat yang melilit inti dapat memaksa beberapa atom dalam inti untuk menunjuk ke satu arah. Semua medan magnet kecil akan bergabung bersama dan menciptakan medan magnet yang lebih kuat.

Saat arus yang mengalir di sekitar inti meningkat, maka jumlah atom yang selaras akan meningkat dan semakin mempekuat medan magnetnya sampai ke titik tertentu. Cepat atau lambat, semua atom yang dapat disejajarkan akan saling sejajar. Pada titik ini, magnet dapat dikatakan jenuh dimana ketika arus listrik yang mengalir di sekitar inti ditingkatkan, tidak akan lagi mempengaruhi magnetisasi inti itu sendiri.

Cara Membuat Elektromagnet


1. Kumpulkan Bahan Yang Diperlukan


Untuk membuat sebuah elektromagnet sederhana, yang kamu butuhkan adalah
Sebuah paku berukuran 15 cm
Kawat tembaga atau kabel secukupnya (Untuk melilit paku)
Sebuah baterai

2. Kupas Ujung Kabel


Agar arus listrik dari baterai dapat mengalir ke kawat maka kupas isolasi kabel beberapa sentimeter

3. Lilitkan Kabel ke Pake


Gambar-Cara-Membuat-Elektromagnet

Lanjutkan dengan melilitkan kabel ke paku, ingat bahwa semakin banyak jumlah lilitannya maka akan semakin besar pula elektromagnet yang dihasilkan. Saat melilitkannya, pastikan kamu melilitkannya ke satu arah mengingat arah medan magnet tergantung dari arah arus listrik, lihat lagi gambar dibawah untuk mengetahui arah medan magnet, apakah searah jarum jam atau berlawan dengan arah jarum jam.

Gambar-Cara-Membuat-Elektromagnet-2

4. Hubungkan Ke Baterai


Pasang kedua ujung kabel tersebut masing-masing ke terminal positif dan negatif baterai, jika pemasangnnya benar maka elektromagnet akan tercipta.

Untuk pemasangannya, tidak perlu terlalu memikirkan terminal positif atau negatif baterai karena magnet tetap akan bekerja dengan baik, yang berubah adalah polaritas magnet yang kamu buat.

Aplikasi / Kegunaan Elektromagnet


Berikut ini adalah aplikasi elektromagnet dalam kehidupan
  • Generator, motor, and transformer
  • Bel listrik
  • Handphone dan pengeras suara
  • Relay dan valve (katup)
  • Penyimpan data seperti VCR dan tape recorder
  • Kompor induksi
  • Kunci magent
  • Mesin MRI
  • Akselerator partikel dan spektrometer massa


      edit
Published 9:14 PM by Admin with 0 comment

Limit Switch adalah - Pengertian, Jenis & Cara Kerja Limit Switch

Apa itu limit switch? tentu pertanyaan ini bakal muncul bagi yang belum pernah melihat limit switch. Secara sederhana limit switch adalah sebuah saklar elektromekanis yang bekerja berdasarkan pergerakan atau keberadaan suatu objek. Yang harus kamu pahami bahwa limit switch atau saklar pembatas berbeda dengan saklar listrik pada umumnya.

Pengertian Limit Switch / Saklar Pembatas


Limit switch adalah perangkat elektro-mekanis yang terdiri dari aktuator yang terhubung secara mekanis ke sekumpulan kontak. Ketika sebuah objek bersentuhan dengan aktuator, limit switch akan mengoperasikan kontak untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik. Limit switch digunakan dalam berbagai aplikasi dan lingkungan karena ketangguhannya, tidak rumit, mudah dalam pemasangan serta memiliki keandalan operasional.

Seperti yang telah dijelaskan, limit switch akan mendeteksi gerakan fisik suatu objek melalui kontak langsung dengan objek tersebut. Contoh limit switch adalah sakelar yang mendeteksi posisi terbuka pintu mobil, secara otomatis memberi energi pada lampu kabin ketika pintu terbuka.

Simbol Limit Switch


Yang harus kamu pahami dari simbol limit switch adalah status "normal" dari sakelar yaitu kondisi istirahat tanpa stimulasi. limit switch akan berada dalam status "normal" ketika tidak ada kontak dengan apa pun (maksudnya tidak ada yang menyentuh mekanisme aktuator sakelar).

Jenis Limit Switch


Limit switch tersedia dalam berbagai macam sesuai bodi saklar, gaya lengan putar, syarat operasi/pengunaan serta faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, kontaminasi, getaran dan guncangan.

Beberapa faktor lainnya ketika memiliki limit switch diantaranya kekuatan operasi, kemampuan reset, over-travel, pre-travel, serta persyaratan keselamatan. Limit switch memiliki 4 jenis kategori yaitu:

Global Limit Switch

Merupakan jenis limit switch yang paling umum dipakai diseluruh dunia. Global limit switch dirancang berdasarkan standar IEC untuk penerimaan di seluruh dunia. Global limit switch terbuat dari logam atau plastik dan tersedia dalam berbagai seri berdasarkan spesifikasi listrik, aktuator, terminasi, rangkaiannya, dan tingkat penyegelan.

Global limit switch umumnya digunakan untuk

Mesin cetak injeksi, peralatan alat mesin, antarmuka PLC, lift, eskalator/tangga berjalan, mesin game, penanganan material, pintu industri, peralatan pengemasan dan tekstil, makanan dan minuman, gunting dan lift platform serta peralatan perakitan elektronik.

Medium-Duty Limit Switch

Merupakan jenis limit switch yang dirancang untuk berbagai aplikasi indoor dan outdoor. Sama seperti limit switch pada umumnya, jenis saklar ini juga tersedia dalam berbagai seri berdasarkan spesifikasi listrik, aktuator, terminasi, rangkaiannya, dan tingkat penyegelan.

Medium-Duty limit switch digunakan untuk

Sebagai deteksi kehadiran / ketidakhadiran suatu objek, serta aplikasi yang membutuhkan pengulangan yang akurat seperti crane, disamping itu juga dipakai dalam mesin stamping, pengemasan dan peralatan penggerak tanah,  konveyor, transportasi, mesin tekstil, peralatan cetak serta mesin pertanian.



      edit
Published 8:17 PM by Admin with 0 comment

Decoder adalah - Pengertian Decoder, Jenis & Aplikasinya

Decoder adalah rangkaian yang mengubah kode menjadi satu set sinyal. Disebut sebagai decoder karena dapat melakukan kebalikan dari pengkodean. Dalam proyek elektronika digital, decoder memiliki peran yang cukup penting karena decoder adalah salah satu teknik transfer data dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Pengertian Decoder


Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa decoder adalah kebalikan dari encoder. Decoder adalah rangkaian kombinasi yang memiliki jalur input ‘n’ dan maksimum jalur output 2n. Salah satu dari output ini akan menjadi "Aktif Tinggi" berdasarkan kombinasi dari input yang ada ketika decoder diaktifkan.

Dengan kata lain bahwa decoder adalah rangkaian yang mampu mendeteksi kode tertentu. Output dari decoder tidak lain adalah syarat minimum dari baris variabel input ‘n’, ketika diaktifkan.

Jenis Decoder


Adapun tipe atau jenis decoder adalah sebagai berikut

Decoder 2 ke 4


Merupakan jenis decoder yang memiliki 2 input 4 output. Kita misalkan 2 input yaitu A1 dan A0 dan 4 output yaitu Y3, Y2, Y1 dan Y0. Maka diagram blok decoder 2 ke 4 ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar-Diagram-Blok-Decoder-2-ke-4

Salah satu dari empat output ini akan menjadi '1' untuk setiap kombinasi input saat diaktifkan, E adalah '1'. Adapaun Tabel Kebenaran dari decoder 2 ke 4 ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar-Tabel-Kebenaran-Decoder-2-ke-4

Dari tabel kebenaran diatas, kita dapat menulis fungsi Boolean untuk setiap output decoder tersebut

Y3=E.A1.A0
Y2=E.A1.A0
Y1=E.A1′.A0
Y0=E.A1′.A0

Setiap output memiliki satu produk. Jadi, secara total ada 4 produk. Kami dapat menerapkan ke-4 produk ini dengan menggunakan empat gerbang AND yang masing-masing memiliki tiga input & dua inverter. Diagram rangkaian dari decoder 2 ke 4 ditunjukkan pada gambar dibawah.

Gambar-Rangkaian-Diagram-Decoder-2-Ke-4

Oleh karena itu, output dari decoder adalah "min terms" dari dua variabel input A1 & A0, ketika aktif, E adalah 1. Jika tidak diaktifkan, E adalah nol, maka semua output decoder adalah sama dengan nol.

Decoder 3 ke 8


Merupakan merancang decoder 3 ke 8 maka kita menggunakan decoder 2 ke 4. Seperti yang telah diketahui decoder 2 ke 4 memiliki 2 input dan 4 output, jadi decoder 3 ke 8 memiliki 3 input yaitu A2, A1 & A0 dan 8 input yaitu Y7 to Y0.

Untuk merancang decoder yang lebih tinggi mengguakan decoder yang lebih rendah, kamu bisa menggunakan rumus berikut :

M2/M1

Dimana:

Madalah Jumlah ouput decoder yang lebih rendah
Madalah Jumlah ouput decoder yang lebih tinggi

Sebagai contoh pada pada decoder 3 ke 8, M1 = 4 dan M2 = 8, maka dengan menggunakan rumus diatas maka jumlah pengatur urutan yang lebih rendah diperlukan sebanyak 2.

Dengan kata lain, diperlukan 2 decoder 2 ke 4 untuk merancang 1 decoder 3 ke 8. Berikut ini adalah diagram bloknya

Gambar-Diagram-Blok-Decoder-3-ke-8

Input paralel A1 & A0 diterapkan pada setiap decoder 2 ke 4. Komplemen input A2 langsung terhubung aktif, E dengan decoder 2 ke 4 yang bawah untuk mendapatkan output, Y3 sampai Y0. Ini adalah 4 min terms rendah

Input, A2 langsung terhubung aktif, E dari decoder 2 ke 4 yang atas didapatkan output berupa Y7 ke Y4. Ini adalah 4 min terms tinggi.

Decoder 4 ke 16


Untuk merancang decoder 4 ke 16 maka dapat digunakan decoder 3 ke 8. Seperti yang diketahui Decoder 3 ke 8 memiliki tiga input A2, A1 dan A0 dan delapan output, Y7 ke Y0. Sedangkan decoder 4 ke 16 Decoder memiliki 4 input yaitu A3, A2, A1 dan A0 dan 16 ouput yaitu Y15 hingga Y0.

Dengan menggunakan rumus M2/M1, subtitusikan M1 = 8 dan M2 = 16 maka dbutuhkan sebanyak 2 buah decoder yang lebih rendah. 

Dengan kata lain, diperlukan 2 decoder 3 ke 8 untuk merancang 1 decoder 4 ke 16. Berikut ini adalah diagram bloknya. 

Gambar-Diagram-Blok-Decoder-4-ke-16


Input paralel A2, A1 & A0 diterapkan ke masing-masing decoder 3 ke 8 .Komplemen dari input A3  terhubung aktif, E dari decoder 3 ke 8 yang bawah untuk mendapatkan output Y7 hingga Y0, ini adalah 8 min terms rendah. Input A3 terhubung aktif, E dari decoder 3 ke 8 yang atas untuk mendapatkan output Y15 hingga Y8. Ini adalah 8 min terms tinggi.

Aplikasi / Kegunaan Decoder


Berikut ini kami sajikan beberapa aplikasi atau kegunaan decoder yaitu
  1. Pada setiap komunikasi nirkabel, keamanan data adalah salah satu perhatian utama. Disini decoder dirancang untuk memberikan keamanan pada komunikasi data dengan membangun enkripsi standar dan algoritma dekripsi.
  2. Decoder digunakan dalam sistem audio untuk mengubah audio analog menjadi data digital.
  3. Digunakan sebagai dekompresor yaitu mengubah data terkompresi seperti gambar dan video ke dalam bentuk dekompresi.
  4. Decoder juga digunakan sebagai rangkaian elektronik yang mengubah instruksi komputer menjadi sinyal kontrol CPU.

      edit
Published 5:18 PM by Admin with 0 comment

Encoder adalah - Pengertian Encoder Berdasarkan Fungsi &Tujuannya

Jika kamu mencari informasi mengenai apa itu decoder, atau decoder adalah, tentunya kamu akan kebingungan karena akan ditemukan pengertian berbeda mengenai encoder. Hal ini karena kebanyakan situs hanya fokus pada satu topik mengenai encoder, apakah membahas encoder dari segi encoder digital atau dari segi machinery encoder.

Disini kami akan membahas berbagai pengertian encoder baik secara umum dan khusus

Pengertian Encoder Secara Umum


Secara umum, Encoder adalah sebuah perangkat atau proses yang mengubah data dari satu format ke format lainnya. Dalam pengindraan posisi, sebuah enkoder adalah perangkat yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengubah gerakan mekanis menjadi sinyal output berkode analog atau digital. 

Lebih khusus lagi,  encoder dapat dugunakan untuk mengukur posisi, kecepatan sementara, akselerasi dan arah yang dapat diturunkan dari posisi antar linier atau gerakan putar. Fungsi dari enkoder yang berbeda berasal dari berbagai prinsip fisik operasi, output, protokol komunikasi, dll.

Pengertian Encoder Dalam Logika Digital


Encoder adalah rangkaian kombinasional yang mana merupakan operasi kebalikan dari Decoder. Encoder memiliki maksimum 2n jalur input dimana "n" adalah jalur output. Karena mengkode informasi dari input 2n menjadi kode n-bit. Encoder akan menghasilkan kode biner yang setara dengan input yang mana adalah "Aktif Tinggi". Oleh karena itu, encoder mengkodekan 2n jalur input dengan ‘n’ bit.
Gambar-Encoder-Digital
Untuk encoder sederhana, dapat diasumsikan bahwa hanya satu jalur input yang aktif pada satu waktu. Sebagai contoh, mari simak enkoder Oktal ke Biner. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini, oktal ke biner encoder adalah jenis encoder 8 jalur input dan dihasilkan 3 jalur output.

Gambar-Encoder-Oktal-Ke-Biner

Pengertian Encoder Pada Mesin Untuk Motion Feedback & Motion Control


Encoder adalah salah satu peralatan permesinan yang dapat ditemukan hampir di semua industri. Berdasarkan penggunaanya, encoder adalah sensor gerak mekanis yang menghasilkan sinyal digital sebagai respons terhadap gerakan. Sebagai perangkat elektro-mekanis, encoder dapat memberikan informasi kepada pengguna sistem kontrol gerak mengenai posisi, kecepatan, dan arah.

Ada dua jenis encoders yaitu linear dan rotary. Encoder linier merespons gerakan di sepanjang jalur, sedangkan rotary encoder merespons gerakan rotasi. Suatu enkoder pada umumnya dikategorikan berdasarkan sarana keluarannya.

Disamping encoder linier dan rotary, berdasarkan sinyalnya ada yang disebut incremental encoders dan absolut encoders.


Cara Kerja Encoder



Secara sederhana, cara kerja sebuah Encoder adalah menggunakan berbagai jenis teknologi untuk menghasilkan sinyal, termasuk: mekanik, magnetik, resistif, dan optik (ini yang paling umum). Dalam pengindraan optik, encoder memberikan umpan balik berdasarkan gangguan cahaya.
Gambar-Cara-Kerja-Encoder
Gambar di atas menguraikan bagaimana sebuah konstruksi dasar dari incremental rotary encoder  menggunakan teknologi optik. Sinar cahaya yang dipancarkan dari LED melewati Code Disk, yang berbentuk dengan garis-garis buram (seperti jari-jari pada roda sepeda). 

Saat poros enkoder berputar, sinar cahaya dari LED terputus oleh garis-garis buram pada Code Disk sebelum diambil oleh Fotodetektor Assembly. Ini akan menghasilkan sinyal pulsa dengan: Menyala = on, tidak menyala = off. Sinyal selanjutnya akan dikirim ke counter atau pengontrol, yang kemudian akan mengirim sinyal untuk menghasilkan fungsi yang diinginkan.

Pentingnya Sebuah Encoder


Seperti yang telah dijelaskan encoder adalah perangkat yang dapat mengubah gerakan menjadi sinyal listrik yang dapat dibaca oleh beberapa jenis perangkat kontrol dalam sistem kontrol gerak, seperti counter atau PLC. Encoder adalah peralatan yang dapat mengirimkan sinyal umpan balik yang dapat digunakan untuk menentukan posisi, jumlah, kecepatan maupun arah.

Perangkat kontrol dapat menggunakan informasi ini untuk mengirim perintah untuk fungsi tertentu. Sebagai contoh:

  1. Dalam aplikasi peralatan pemotong otomatis, sebuah encoder dengan roda pengukur dapat memberi tahu perangkat kontrol berapa banyak bahan yang telah diumpankan, sehingga perangkat kontrol tahu kapan harus memotong.
  2. Dalam sistem aplikasi label servo presisi, sinyal encoder digunakan oleh PLC untuk mengontrol waktu dan kecepatan rotasinya.
  3. Dalam aplikasi percetakan, umpan balik atau feedback dari encoder mengaktifkan print head untuk membuat tanda pada lokasi tertentu.
  4. Pada sebuah crane, encoder yang dipasang pada poros motor dapat memberikan umpan balik posisi sehingga crane tahu kapan harus mengambil atau melepaskan bebannya.
  5. Dan masih banyak lagi, seperti pada penggunaan encoder pada observatorium, rel kereta api, tangga berjalan, dll.


      edit