Published 1:04 AM by Admin with 0 comment

100+ Contoh Soal Rangkaian Listrik Dan Penyelesaiannya

Dalam menyelesaikan soal rangkaian listrik, ada beberapa hal dasar yang harus kalian ketahui terlebih dahulu. Berikut ini akan saya jabarkan secara singkat hal apa saya yang wajib diketahui saat mencoba menyelesaikan soal rangkaian  listrik.

Metode Analisis Rangkaian Listrik

Dalam setiap penyelesaian soal rangkaian listrik tentunya diperlukan analisis rangkaian untuk menentukan metode penyelesaian apa yang sesuai, metode analisis yang paling umum digunakan adalah 

  1. Analisis Node (Simpul)

Secara singkat analisis node dapat kita gambarkan sebagai metode analisis rangkaian listrik yang menggunakan tegangan node sebagai variabel rangkaian. Analisis node ini pada dasarnya ditemukan dari penerapan hukum Kirchoff arus (KCL), dengan kata lain analisis node dapat digunakan dalam menyelesaikan soal rangkaian listrik yang sumber pencatunya adalah sumber arus, untuk analisis node terbagi menjadi beberapa bagian yaitu
  • Analisis Node Sumber Bebas
  • Analisis Node Sumber Tak Bebas
Gambar-analisis-node-sumber-pencatu-arus

Analisis Node Sumber Bebas


Contoh Soal

Berapa nilai arus i yang mengalir pada rangkaian ?
contoh-Soal-Rangkaian-listrik-1
Pada contoh soal rangkaian listrik diatas dapat dengan mudah diselesaikan dengan menggunakan analisis node sumber bebas, hal ini karena sumber pencatunya adalah sumber arus

Langkah Penyelesaian

1. Tentukan Node referensi atau biasa kita sebut ground, untuk penentuan ground bebas dimana saja. Point pentingnya pilihlah yang memudahkan dalam menyelesaikan soalnya

Menentukan-node-referensi-ground

2. Selanjutnya tentukan node voltage, node voltage adalah nilai tegangan antara node non referensi dan ground

Menentukan-node-voltage

Tinjau V1

Sebelum meninjau V1 pastikan telah menentukan arah arus rangkaiannya

Menentukan-arah-arus-rangkaian-listrik
Sehingga,

Meninjau-v1-rangkaian-listrik

NOTE :
1. Nilai Vg adalah 0 karena di ground tidak ada tegangan
2.Asumsikan bahwa tegangan node yang ditinjau lebih tinggi dari tegangan node manapun, sehingga arus keluar dari node tersebut positif maka dituliskan V1-Vg dan V1-V2

Setelah meninjau V1, maka dilanjutkan dengan meninjau V2

Tinjau V2

Seperti halnya saat meninjau V1 maka pastikan untuk menentukan arah arus terlebih dahulu

Tinjau-V2-Rangkaian_listrik

Sehingga,

Meninjau-v2-rangkaian-listrik

Setelah menemukan persamaan (1) dan persamaan (2) maka langkah selanjutnya adalah mencari nilai V1 dan V2 dengan 2 cara yaitu
  1. Metode Eliminasi
  2. Metode Cramer
Metode Eliminasi adalah metode yang paling sering digunakan oleh para pelajar untuk mencari variabel yang belum diketahui pada sebuah persamaan.

Dengan menggunakan metode eliminasi maka,

Mencari-nilai-v1-v2

Setelah menemukan nilai tegangan pada V1 dan V2, maka selanjutnya adalah mencari nilai arus yang ditanyakan yaitu i (Perhatikan kembali gambar rangkaian pada soal)

Pada hukum Ohm, nilai arus adalah nilai tegangan dibagi nilai tahanan (resistor). Perhatikan gambar dibawah untuk lebih jelasnya

Hukum-ohm


Sehingga, untuk mencari nilai i ?

Mencari-nilai-arus

Sehingga nilai arus yang ditanyakan pada rangkaian adalah 1 A


Analisis Node Sumber Tak Bebas

Akan dilanjut di Part 2

      edit
Published 4:48 PM by Admin with 0 comment

Motor DC Vs Motor Servo, Apa Perbedaannya?

Terdapat banyak jenis motor listrik diluar sana, jadi pertanyaannya adalah apa perbedaan antara jenis motor yang satu dengan yang lainnya ?

Jawabannya tentu tidak sederhana, mengingat ada banyak sekali jenis motor yang digunakan mengatur mesin. Adapun jenis motor tertua yang paling banyak digunakan adalah motor DC yang menggunakan arus searah (seperti dari baterai) untuk menciptakan rotasi mekanik.

Perbedaan Motor DC dan Motor Servo


Pada artikel ini, kita akan membahas dua model motor yang populer yaitu motor DC Brushed dan motor servo.Disini kita akan membandingkan karakteristiknya masing-masing.

Motor DC


Motor DC brush terdiri dari armatur atau angker, lilitan angker, cincin komutator, sikat karbon, catu daya DC dan stator. Komponen luar ini mengandung medan magnet permanen yaitu, medan yang tidak berputar seperti RMF yang khas pada motor induksi.

Motor Servo


Motor servo bukanlah motor yang unik, melainkan sebuah sistem komponen mekanis-elektrik yang berfungsi mengendalikan berbagai jenis motor. Motor servo dapat ditemukan menggunakan AC, DC, brushed/disikat, dan desain brushless dan sering dikenal sebagai "aktuator putar", karena motor servo terdiri dari banyak unit khusus selain dari motor itu sendiri, dari karakteristik tersebut, motor servo biasa disebut desain loop tertutup.

Perbandingan Motor DC dan Motor Servo


Berikut ini perbandingan motor DC dan motor servo berdasarkan karakteristik-karakteristik berikut.

Gambar-tabel-perbedaan-motor-DC-motor-servo

1. Kemampuan Kontrol (Controlability)


Motor servo sangat terkontrol, karena dibangun dengan presisi dan akurasi disamping itu memberikan pengguna kebebasan dalam mengaturnya. Sementara itu motor DC jauh lebih simpel dari motor servo tetapi juga mudah dikendalikan, seperti mengubah posisi kabel untuk mengubah arah, merubah voltase untuk mengubah kecepatan. Motor-motor ini keduanya mudah dikontrol, tetapi terdapat kesenjangan pada kompleksitas dalam mengubah resolusi kontrol.

2. Torque / Speed Range


Torque/speed range motor DC bertambah dengan banyaknya jenis motor DC yang ada. Namun, motor servo menggabungkan secara dinamis torque/speed range sehingga dapat dimodulasi sesuka hati. Umpan balik elektronik pada motor servo memungkinkan pengguna untuk mengatur kecepatan dan daya yang diinginkan sehingga motor servo akan bekerja sesuai input yang diberikan.

3. Keandalan (Reliability)


Keandalan kedua motor ini akan terus menurun berdasarkan tingkat pemeliharaannya. Ketika sikat motor DC terus menerus digunakan dan dijaga pemeliharaannya dengan baik, maka keandalan motor DC dapat bertahan lama. Berbeda dengan motor DC, pada motor servo karena dibangun dengan banyak unit maka keandalannya berdasarkan tiap unit.bagian.

Ketika motor servo mengalami kerusakan maka perbaikannya akan lebih sulit, hal ini karena ketika satu bagian mengalami kerusakan dan diganti dengan yang baru maka perlu dilakukan penyetelan ulang pada komponen baru agar tingkat akurasi tetap terjaga sehingga dibutuhkan kemampuan dalam melakukan konfigurasi ulang sistem.

3. Efisiensi (Efficiency)


Dalam hal efisiensi, motor servo mengalahkan motor DC. Pada motor DC efisiensinya akan berkurang karena panas dari kontak sikat, sedangkan pada motor servo efisiensinya dapat dijaga karena adanya presisi elektronik dalam pengaturan arus sehingga mengurangi risiko kerugian.

Hal ini menarik pada motor servo adalah bahkan ketika motor servo tidak digunakan, tetapi masih menarik arus karena encoders umpan baliknya, dengan kata lain motor servo harus selalu diaktifkan dengan kapasitas tertentu.

4. Metode Penggunaan Terbaik


Dalam hal sustained output (output berkelanjutan) maka motor DC pemenangnya, maksudnya adalah motor DC dapat bekerja atau beroperasi dalam jangka waktu yang lama dengan baik sehingga mempu memberikan torsi yang yang baik (selama pemeliharaan tetap terjaga).

Untuk motor servo lebih cocok digunakan dengan penggunaan berselang (intermittent application), dimana motor servo tidak beroputar terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kegagalan operasi. Motor servo juga hanya dapat memberikan torsi puncaknya dengan persentase kecil selama waktu operasi (~1% dari siklus tugasnya) atau motor servo akan rusak, sehingga lebih baik digunakan sebagai motor posisi dan bukan untuk rotasi.

5. Faktor Biaya  (Cost Factor)


Dalam hal biaya, motor DC lebih murah per-unitnya. Hal ini karena motor DC tidak membutuhkan pengontrol, amplifier, dan sensor tambahan agar berfungsi dengan baik. Motor servo dan kelengkapannya lebih mahal untuk dibeli, dipasang, dirawat, dan diganti, meskipun motor servo memberikan torsi, kecepatan, dan kontrol posisi yang sangat baik. Meskpiun begitu, memilih motor DC atau motor servo tergantung dari projek yang akan dijalankan, apakah lebih baik menggunakan motor DC atau motor servo.

Itulah perbandingan atau perbedaan motor DC dan motor servo, semoga memberi kamu wawasan lebih mengeni kedua jenis motor ini.





      edit
Published 3:43 AM by Admin with 0 comment

Motor Servo - Pengertian, Jenis, Prinsip Kerja & Bagian Motor Servo

Motor Servo atau biasa juga disebut servo motor adalah motor listrik sederhana yang dikendalikann dengan menggunakan bantuan mekanisme servo. Servo motor telah ada sejak lama dan dipergunakan dalam banyak aplikasi contohnya digunakan dalam mengoperasikan robot, mobil mainan atau pesawat terbang yang dikendalikan dalam jarak jauh atau melalui radio, disamping itu motor servo juga digunakan dalam industri, farmasi, manufaktur in-line, robotika dan layanan makanan.

Pengertian Motor Servo


Gambar-Servo-Motor

Motor servo adalah sebuah perangkat listrik yang dapat mendorong atau memutar objek dengan presisi tinggi. Jika kamu ingin memutar sebuah objek pada beberapa sudut atau jarak tertentu, maka kamu bisa menggunakan motor servo.

Pada dasarnya motor servo hanyalah sebuah motor listrik yang dijalankan melalui mekanisme servo. Apabila motor yang digunakan menggunakan tenaga DC maka disebut motor servo DC dan sebaliknya apabila menggunakan tenaga AC maka disebut motor servo AC.

Nilai motor servo berupa kg/cm, contohnya motor servo ada yang 3 kg/cm, 6 kg/cm maupun 12 kg/cm atau sesuai dengan kebutuhan pemakaian. Kg/cm menandakan berapa besar bobot/berat sebuah benda yang dapat diangkat motor servo pada jarak tertentu.

Contohnya sebuah motor servo 6 kg/cm harus mampu mengangkat 6 kg setinggi 1 cm dari poros motor, dimana semakin besar jarak maka semakin kecil kapasitas angkutnya.

Apa Saja Bagian Dalam Motor Servo ?


Gambar-bagian-bagian-motor-servo

Untuk memahami prinsip kerja motor servo maka kamu harus terlebih dahulu mengerti apa saja bagian dalam sebuah motor servo. Didalam motor servo terdapat motor DC kecil, potensiometer dan rangkaian kontrol.

Pada motor servo kontrol, motor terpasang oleh roda gigi ke roda kontrol. Saat motor berputar, resistansi potensiometer akan berubah, sehingga rangkaian kontrol dapat dengan tepat mengatur seberapa banyak gerakan yang ada dan ke arah mana.

Ketika poros motor berada pada posisi yang diinginkan, daya yang disuplai ke motor dihentikan. Jika tidak, motor diputar ke arah yang sesuai. Posisi yang diinginkan dikirim melalui pulsa listrik melalui kabel sinyal. Kecepatan motor sebanding dengan perbedaan antara posisi aktual dan posisi yang diinginkan. Jadi jika motor berada di dekat posisi yang diinginkan, ia akan berputar perlahan, jika tidak maka akan berputar cepat, ini disebut sebagai kontrol proporsional.

Prisip Kerja Motor Servo


Servo dikontrol dengan mengirimkan pulsa listrik dengan lebar variabel, atau biasa disebut Pulse Width Modulation (PWM) melalui kabel kontrol. Ada pulsa minimum, pulsa maksimum, dan tingkat pengulangan.

Motor servo biasanya hanya bisa berputar 90° ke arah mana pun dengan total gerakan 180°. Posisi netral motor didefinisikan sebagai posisi di mana servo memiliki jumlah putaran potensial yang sama di kedua arah searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam.

PWM yang dikirim ke motor akan menentukan posisi poros, dan berdasarkan pada durasi pulsa yang dikirim melalui kabel kontrol maka rotor akan berputar ke posisi yang diinginkan. Motor servo diharuskan agar mampu melihat pulsa setiap 20 milidetik (ms), dimana panjang pulsa tersebut akan menentukan seberapa jauh motor berputar.

Contohnya, pulsa 1,5ms akan membuat motor berputar ke posisi 90°. Apabila Lebih pendek dari 1.5ms, maka motor akan bergerak berlawanan ke arah jarum jam menuju posisi 0°, dan apabila lebih dari 1.5ms akan mengubah putaran servo ke arah searah jarum jam menuju posisi 180°.

Gambar-Prinsip-Kerja-Motor-Servo

Ketika servo ini diperintahkan untuk bergerak, maka dia akan bergerak dan diam diposisi tersebut. Jika servo dipaksa untuk bergerak dari posisi diam, maka servo akan menolak bergerak diluar dari posisi tersebut. 

Jumlah gaya maksimum yang dapat diberikan oleh servo disebut tingkat torsi servo. Servo tidak akan diam berada pada posisi tersebut selamanya, sehingga pulsa posisi harus diulang untuk menginstruksikan servo untuk tetap dalam posisi.

Jenis - Jenis Motor Servo


Terdapat 2 jenis motor servo yaitu AC dan DC. Motor servo AC dapat menangani lonjakan arus yang lebih tinggi dan cenderung digunakan dalam mesin industri. Motor servo DC tidak dirancang untuk lonjakan arus tinggi dan biasanya lebih cocok untuk aplikasi yang lebih kecil. 

Secara umum, motor DC lebih murah daripada motor AC. Motor servo DC dirancang khusus agar dapat berotasi terus menerus, sehingga lebih cocok untuk menggerakkan robot.


Baca Juga : Motor Servo Vs Motor DC, Apa Perbedaannya?

      edit
Published 4:28 PM by Admin with 0 comment

Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Penggunaan Solenoida (Solenoid)

Pengertian Solenoida


Ada beberapa pengertian tentang solenoid atau juga sering disebut dengan solenoida. Secara sederhana, solenoida merupakan salah satu dari sekian banyak transduser, yaitu alat atau perangkat elektromagnetik yang dapat merubah sebuah energi asal menjadi bentuk energi lain. Sebuah solenoida dapat terdiri dari beberapa lilitan. 

Solenoida dibuat dari gulungan kawat logam yang bersifat konduktif yang disusun dengan perhitungan tertentu sehingga membentuk sebuah kumparan yang kemudian dialiri arus listrik. Kemudian di dalam koil tersebut diisi batang besi silinder untuk memperbesar medan magnet yang dihasilkan. 

Apabila solenoid difungsikan, dia dapat bekerja merubah energi listrik menjadi energi gerak yang diperoleh dari perubahan energi listrik menjadi energi gerak yang dihasilkan oleh solenoid adalah gerakan menarik (pull), mendorong (push) dan berputar (rotasi). 

Gambar-Solenoida

Hal tersebut dapat dipahami dengan mudah dengan melihat rangkaian solenoida yang terdiri dari kumparan listrik yang dililitkan pada tabung berbentuk silinder dengan aktuator ferro-magnetic atau Plunger yang bebas bergerak keluar masuk dari kumparan. Rangkaian solenoida dapat digunakan untuk menggerakan mekanisme robotik, misalnya pada sakelar listrik, untuk membuka dan menutup pada pintu otomatis, untuk membuka dan menutup katup (valve) dan lain-lain. 

Solenoida yang dapat digunakan untuk membuka dan menutup katup disebut dengan Solenoid Katup (Solenoid Valve).

Jenis-Jenis Solenoida (Solenoid)


Secara dasar, solenoida tersedia dalam 2 jenis, yaitu

1. Solenoida Linier atau Linear Electro Mechanical Actuator (LEMA)
2. Solenoida Rotasi atau Rotary Solenoida

1. Solenoida Linier (Linear Solenoida)


Solenoida Linier adalah perangkat bersifat elektromagnetik yang bekerja merubah energi listrik menjadi energi gerak/ mekanis.

Mengapa disebut sebagai solenoida linier? 

Karena actuator atau plungernya bergerak maju-mundur secara linier. Solenoid jenis ini tersedia dalam 2 jenis yaitu;

1. Solenoida Linier Tarik (Pull Type)


Ketika bekerja, solenoida jenis ini menarik plunger kearahnya.

2. Solenoida Linear tipe Dorong (Push Type)


Ketika bekerja, solenoida jenis ini mendorong plunger kearahnya

Solenoida linier tipe tarik dan tipe dorong memiliki konfigurasi bentuk yang hampir sama, perbedaannya adalah pada peletakan plunger dan pegasnya.

Cara Kerja Solenoida Linier


Sebuah koil yang diberi arus listrik akan menciptakan medan magnet yang akan menarik plunger yang ada dalam koil tersebut sehingga masuk ke pusat koil dan akan menekan pegas yang ada pada ujung plunger tersebut. Besarnya daya dan kecepatan pergerakan plunger tersebut dipengaruhi oleh besarnya kekuatan magnetik yang dihasilkan.

Sebaliknya, bila pasokan arus listrik diputuskan, tarikan yang dihasilkan dari medan elektromagnet akan hilang sehingga pegas akan merenggang lalu mendorong plunger hingga kembali ke posisi semula.

Solenoida Linier ini sangat berguna dan banyak digunakan di aplikasi yang memerlukan gerakan “Tutup” dan “Buka” atau “Keluar” dan “Masuk” seperti pada kunci pintu yang dioperasikan secara elektronik, kontrol katup pneumatik atau hidrolik, robotika, mesin otomotif, pintu irigasi dan lain-lain.

2. Solenoida Rotasi (Rotary Solenoida)


Selain Solenoida linier yang menghasilkan gerakan maju dan mundur secara linier, ada juga solenoid rotasi, yaitu solenoida yang menghasilkan gerakan memutar searah jarum jam atau berlawanan dengan arah jarum jam.

Solenoid rotasi digunakan untuk mengantikan motor DC, terutama motor yang pergerakannya memiliki sudut yang kecil. Berdasarkan sudut pergerakannya. Solenoid rotasi yang paling sering dipakai adalah solenoid dengan sudut gerakan 25⁰, 35⁰, 45⁰, 60⁰ dan 90⁰.

Cara Kerja Solenoida Rotasi


Ketika koil dialiri listrik, maka polaritas medan elektromagnetiknya akan berubah sehingga solenoid menghasilkan gerakan berputar. Solenoid rotasi terdiri dari beberapa koil yang dililitkan pada baja dengan disk magnetik yang disatukan dan diletakkan pada output di atas rangkain koil.

Ketika koil dialiri arus listrik, kumparan akan menghasilkan medan elektromagnetik sehingga terbentuk kutub utara dan kutub selatan yang akan saling bertolakan sehingga menyebabkannya perputaran pada sudut yang sudah ditentukan dalam pembuatan solenoid rotasi.

Penggunan Solenoid Pada Kehidupan Sehari-hari:


1. Bel listrik 


Pada bel listrik, ketika solenoid dialiri arus listrik, besi dalam rangkain bel listrik akan menjadi magnet, lalu menarik besi lentur yang lalu bergerak hingga memukul dinding bel, sehingga mengeluarkan bunyi. 

Kemudian, berubahnya posisi besi lentur tersebut menyebabkan arus listrik terputus, sehingga gaya magnet pada besi akan hilang, lalu kepingan besi lentur tersebut akan kembali ke posisi semula, sehingga kembali teraliri listrik dan terjadi medan magnet yang akan membuat besi kembali tertarik ke dinding bel. Pergerakan tersebut akan terjadi berulang ulang dengan cepat sehinggal bel akan terus berbunyi selama dialiri listrik. 

2. Speaker


Pada speaker terdapat 2 magnet, yaitu magnet permanen dan elektromagnet yang dihasilkan oleh solenoid. Elektromagnet dan magnet permanen saling berinteraksi. Kutub positif yang ada pada elektromagnet tertarik dengan kutub negatif yang ada pada magnet permanen. 

Sebaliknya, kutub negatif yang ada pada elektromagnet ditolak oleh kutub negatif yang ada magnet permanen. Kemudian terjadilah pertukaran orientasi kutub electromagnet, sehingga arah gaya tarik menariknya juga ikut bertukar. Dengan cara ini, arus bolak balik memberikan dorongan secara konstan pada magnet koil suara dan magnet permanen.

3. Pesawat Telepon


Secara garis besar, pesawat telepon terdiri atas 2 bagian, yaitu mikrofon dan speaker. Mikrofon bekerja merubah gelombang suara menjadi gelombang listrik. Ketika seseorang berbicara, gelombang suara akan tertangkap pada mikrofon akan membuat diafragma alumunium bergetar. 

Serbuk karbon yang ada pada mikrofon berubah-rubah sehingga terjadi gelombang listrik yang kemudian dikirim ke penerima pada pesawat telepon lain, lalu diterima oleh speaker. Oleh speaker, gelombang listrik tersebut menggerakkan membran sehingga akan menghasilkan suara.

4. Kunci Pintu Listrik


Kunci pintu listrik bekerja menggunakan gaya elektromagnetik. solenoida yang ada pada kunci listrik dihubungkan ke saklar. Ketika kita menghubungkannya dengan sumber listrik dengan menekan sakelarnya, arus listrik akan mengalir ke solenoid sehingga terjadi gaya elektromagnetik yang akan menarik solenoida sehingga pintu dapat dibuka. Sebaliknya, pada saat solenoid tidak dialiri listrik, pintu akan kembali terkunci.

5. Detektor Logam


Detektor logam digunakan untuk memeriksa keberadaan logam atau bahkan semua benda yang dapat bereaksi ketika menerima gaya elektromagnet. Detektor logam terdiri dari kumparan besar yang dialiri arus listrik sehingga terjadi gaya elektromagnet. Ketika ada logam yang berdekatan dengan detektor logam, dia akan merubah besarnya gaya elektromagnetik yang ada pada solenoid yang dihubungkan dengan alarm, sehingga memicu alarm untuk mengeluarkan bunyi.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Penggunaan Solenoid (Solenoida). Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan Anda.

      edit
Published 5:40 PM by Admin with 0 comment

Spektrum Elektromagnetik adalah - Pengetian, Jenis & Cara Mengukur Spektrum EM

Spektrum elektromagnetik (EM) adalah kisaran semua jenis radiasi eletkromagnetik. Radiasi adalah energi yang bergerak dan menyebar saat berjalan, contohnya seperti cahaya tampak yang berasal dari lampu di rumah kamu atau gelombang radio yang berasal dari stasiun radio adalah dua jenis radiasi elektromagnetik. Beberapa jenis lain dari radiasi elektromagnetik (EM) yang membentuk spektrum elektromagnetik adalah cahaya inframerah, gelombang mikro, sinar ultraviolet, sinar-X dan sinar gamma.

Jenis Spektrum Elektromagnetik 


Tahukah kamu, sebenarnya spektrum elektromagnetik bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada peralatan-peralatan umum disekitar kita. Berikut ini jenis spektrum elektromagnetik yang terlihat pada gambar dibawah ini

Gambar-Jenis-Spektrum-Elektron


  • Radio: Radio berguna dalam menangkap gelombang radio yang dipancarkan oleh stasiun radio, sehingga kamu dapat mendengarkan lagu. Disamping itu, gelombang radio juga dipancarkan oleh bintang dan gas di ruang angkasa
  • Microwave: Dengan adanya radiasi microwave maka kamu dapat memasak makanan didalamnya dalam beberapa menit, disamping itu peralatan microwave juga digunakan oleh para astronom untuk mempelajari tentang struktur galaksi terdekat.
  • Inframerah: Salah satu contohnya adalah kacamata penglihatan malam. Kacamata penglihatan malam mengambil cahaya inframerah yang dipancarkan oleh kulit dan benda-benda kita dengan panas. Disamping itu inframerah juga digunakan di ruang angkasa, cahaya inframerah dapat membantu dalam memetakan debu di antara bintang-bintang.
  • Cahaya Tampak : Mata kita dapat mendeteksi cahaya tampak. cahay dari kunang-kunang, bola lampu, dan bintang semua memancarkan cahaya tampak.
  • Ultraviolet: Radiasi ultraviolet atau radiasi UV dipancarkan oleh Matahari, disamping itu, benda-benda yang "panas" di ruang angkasa juga memancarkan radiasi UV.
  • X-ray: Dengan menggunakan sinar-X dokter gigi dapat  memperlihatkan gambaran gigi, selain itu pada pemeriksaaan untuk keamanan di bandara, sinar-X digunakan utnuk mengecek isi tas penumpang. Disamping itu, gas panas yang ada di Alam Semesta juga memancarkan sinar-X.
  • Sinar gamma: Salah satu contoh penggunaan sinar gamma adalah dalam bidang medis, dokter menggunakan pencitraan sinar gamma untuk melihat bagian dalam tubuh pasien. Generator sinar gamma terbesar yaitu alam Semesta.

Apakah Gelombang Radio Sama Dengan Sinar Gamma?


Yang harus kamu pahami adalah gelombang radio dengan sinar gamma dihasilkan dalam proses yang berbeda selain itu dideteksi dengan cara yang berbeda, tetapi keduanya pada dasarnya tidak berbeda. Gelombang radio, sinar gamma, sinar X, cahaya tampak, dan jenis spektrum elektromagnetik lainnya adalah radiasi elektromagnetik.

Radiasi elektromagnetik dapat digambarkan sebagai aliran partikel tanpa massa, yang disebut foton, masing-masing bergerak dalam pola seperti gelombang dengan kecepatan cahaya. Setiap foton mengandung sejumlah energi. Berbagai jenis radiasi ditentukan oleh jumlah energi yang ditemukan dalam foton. 

Gelombang radio memiliki foton dengan energi rendah, foton dari gelombang mikro wave memiliki lebih banyak energi daripada gelombang radio, foton inframerah masih lebih banyak, kemudian selanjutnya sesuai urutan yaitu ultraviolet, sinar-X, dan, yang memiliki energi terbesar dari semuanya yaitu sinar gamma.

Mengukur Radiasi Elektromagentik


Radiasi elektromagnetik dapat dinyatakan dalam bentuk energi, panjang gelombang, atau frekuensi. Frekuensi diukur dalam siklus per detik, atau Hertz. Panjang gelombang diukur dalam meter. Energi diukur dalam volt elektron. Masing-masing dari ketiga variabel yang telah disebutkan diatas digunakan dalam menggambarkan radiasi elektromagnetik dan saling berkaitan satu sama lain secara matematis. 

Gambar-Panjang-Radiasi-Elektromagnetik

Tetapi mengapa radiasi elektromagnetik diukur dengan 3 cara ?

Jawaban singkatnya adalah umumnya para ilmuwan tidak suka menggunakan angka yang lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya. Maksudnya jauh lebih mudah untuk mengatakan atau menulis "dua kilometer" daripada "dua ribu meter."

Astronom yang mempelajari gelombang radio cenderung menggunakan panjang gelombang atau frekuensi. Sebagian besar bagian radio dari spektrum EM berada dalam kisaran dari sekitar 1 cm hingga 1 km, yaitu 30 gigahertz (GHz) hingga 300 kilohertz (kHz) dalam frekuensi. Radio adalah bagian yang sangat luas dari spektrum elektromagnetik.

Astronom inframerah dan optik umumnya menggunakan panjang gelombang. Para astronom inframerah menggunakan mikron (sepersejuta meter) untuk panjang gelombang, sehingga bagian dari spektrum elekromagnetik jatuh dalam kisaran 1 hingga 100 mikron. 

Astronom optik menggunakan angstrom (0,00000001 cm, atau 10-8 cm) dan nanometer (0,0000001 cm, atau 10-7 cm). Menggunakan nanometer, violet, biru, hijau, kuning, oranye, dan lampu merah memiliki panjang gelombang antara 400 dan 700 nanometer. (kisaran ini hanyalah sebagian kecil dari seluruh spektrum elektromagnetik, sehingga cahaya yang dapat dilihat mata kita hanyalah sebagian kecil dari semua radiasi elektromagnetik di sekitar kita.)

Panjang gelombang dari ultraviolet, sinar-X, dan sinar gamma dari spektrum elektromagnetik sangat kecil. Daripada menggunakan panjang gelombang, para astronom yang mempelajari bagian-bagian ini dari spektrum elektromagnetik biasanya merujuk pada foton dengan jumlah energi yang dimiliki, diukur dalam elektron volt (eV). 

Radiasi ultraviolet berada dalam kisaran dari beberapa volt elektron hingga sekitar 100 eV. Foton sinar-X memiliki energi dalam kisaran 100 eV hingga 100.000 eV (atau 100 keV), terakhir yaitu foton Sinar-gamma memiliki energi lebih besar dari 100 keV.

Mengapa kita menempatkan teleskop di orbit?


Atmosfer bumi akan memblok sebagian besar jenis radiasi elektromagnetik dari ruang angkasa untuk mencapai permukaan Bumi. Gambar dibawah ini menunjukkan seberapa jauh radiasi elektromagnetik dapat mencapai permukaan bumi, sebelum akhirnya menghilang dan diserap di atmosfer. Dari beberapa jenis radiasi elektromagnetik hanya gelombang radio dan cahaya tampak yang mencapai permukaan bumi.

Gambar-Spektrum-Elektromgnetik-Di-Atmosfer

Kebanyakan radiasi elektromagnetik dari ruang angkasa tidak dapat mencapai permukaan bumi. Para astronom dapat mengamati beberapa panjang gelombang inframerah dengan meletakkan teleskop di puncak gunung. 

Beberapa cara lain yaitu dengan menggunakan balon udara dapat mencapai 35 km di atas permukaan dan dapat beroperasi selama berbulan-bulan, adapun dengan menggunakan roket dapat bergerak jauh di atas atmosfer Bumi, tetapi hanya untuk beberapa menit sebelum akhirnya jatuh kembali ke Bumi.

Namun, untuk pengamatan jangka panjang, cara terbaik untuk mengamati radiasi aau spektrum elektromagnetik adalah dengan menggunakan detektor di satelit yang mengorbit. 

      edit