Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Multimeter Adalah - Fungsi & Cara Menggunakan Multimeter

Multimeter/AVOmeter


Apa Itu Multimeter/AVOmeter


Multimeter terdiri dari 2 kata yaitu "multi" dan "Meter" berarti Pengukuran Ganda. Dari kata ini dapat kita simpulkan multimeter adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan pengukuran ganda, dikatakan pengukuran ganda karena mampu mengukur lebih dari satu varibel.

Dengan menggunakan sebuah multimeter maka kamu dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apakah rangkaian ini bekerja?, apakah resistor ini berfungsi?, Apakah saklarnya bekerja? dan banyak pertanyaan lainnya.

Perbedaan Multimeter dengan AVOmeter


Banyak orang yang kadang membedakan antara multimeter dengan AVOmeter padahal merupakan sama-sama multitester. Untuk memperjelasnya lagi, multimeter atau AVOmeter atau Multitester merupakan satu benda yang sama.

AVOmeter  terdiri dari huruf "A" (arus), "V" (tegangan) "O" (hambatan) serta meter (ukuran), dengan kata lain AVOmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur arus, tegangan serta hambatan suatu komponen elektronika atau rangkaian. Tentu saja pengertian dari AVOmeter akan sama dengan Multimeter maupun Multitester

Fungsi Multimeter/AVOmeter


Fungsi Multimeter/AVOmeter yaitu
  1. Digunakan untuk melakukan diagnosa atau pengujian rangkaian
  2. Mengukur Tegangan, Arus, Resistansi dan kontinuitas
  3. Menguji kelayakan komponen elektronika seperti dioda, resistor, transistor dll
  4. Mempelajari desain elektronik orang lain
  5. Memeriksa serta mengecek perangkat elektronik seperti handphone
  6. Menguji Baterai

Bagian-Bagian Multimeter/AVOmeter


Bagian-bagian multimeter/AVOmeter yaitu :
  1. Layar Multimeter
  2. Selektor
  3. Probe
Gambar-Cara-Menggunakan-Multimeter

Jenis-Jenis Probe Multimeter


Terdapat beberapa tipe probe multimeter, berikut daftarnya

1. Banana to Alligator clips (Penjepit buaya) : Sangat cocok dipakai untuk menghubungkan kabel ukuran besar atau pin pada breadboard, selain itu untuk pengukuran yang membutuhkan waktu lama sehingga tidak perlu untuk terus memegang probe multimeter.

2. Banana to IC Hook (Pengait IC) : IC hook angat cocok dipakai untuk mengukur IC atau kaki-kaki IC

3. Banana to Tweezers  (Pinset) :  Berguna jika kamu perlu menguji komponen SMD.

4. Banana to Test Probes


Cara Menggunakan Multimeter/AVOmeter


1. Cara Mengukur Tegangan Menggunakan Multimeter/AVOmeter


Untuk memulai, mari kita ukur tegangan pada baterai AA
  • Colokkan probe hitam ke COM dan probe merah ke mAVΩ. 
  • Atur multimeter ke "2V" dalam rentang DC (arus searah). Sebagai catatan, hampir semua perangkat elektronik portabel menggunakan arus searah, bukan arus bolak-balik. 
  • Hubungkan probe ke baterai dengan probe hitam atau terminal negatif ke ground dan probe merah atau terminal positif ke daya. 
  • Tekan sedikit terminal positif dan negatif dari baterai AA, jika baterai yang kamu miliki masih baru, kamu akan melihat sekitar 1,5V pada layar (pada gmabar dibawah saya menggunakan baterai model baru, sehingga tegangannya sedikit lebih tinggi dari 1,5V).
Gambar-Mengukur-Tegangan-Baterai-Menggunakan-Multimeter

Jika kamu ingin mengukur tegangan DC (seperti baterai atau sensor yang dihubungkan ke Arduino), kamu harus mengatur kenop selektor pada V garis lurus. Tegangan AC bisa berbahaya, jadi kita jarang menggunakan pengaturan tegangan AC (V dengan garis bergelombang di sebelahnya). 

Gambar-Mengukur-Tegangan-Baterai-Menggunakan-Multimeter-2 Gambar-Mengukur-Tegangan-Baterai-Menggunakan-Multimeter-3

Jika kamu ingin mengukur tegangan AC, kami sarankan kamu menggunakan tester non-kontak daripada menggunakan multimeter digital.

Apa yang terjadi jika salah memasang atau probe merah dan hitam salah tempat? Pembacaan pada multimeter hanya negatif. Tidak akan ada hal buruk yang bakal terjadi!


Selanjutnya mari kita membuat sebuah rangkaian sederhana untuk mengukur tegangannya, rangkaian ini hanya 1 kΩ dan LED power warna Biru dengan sumber daya dari breadboard power. 

Pastikan rangkaian yang kamu buat sudah benar lalu ukur tegangan rangkaian menggunakan multimeter, disini tegangan harus 5V. Jadi, apabila yang diukur tegangannya kurang dari 4,5 V atau lebih dari 5.5V artinya ada kesalahan pada kabel rangkaian atau pada catu daya.

Gambar-Mengukur-Tegangan-Lampu-LED-Menggunakan-Multimeter

Setel kenop multimter ke "20V" di rentang DC (rentang Tegangan DC memiliki V dengan garis lurus di sebelahnya). Multimeter umumnya tidak memiliki rentang otomatis, jadi kamu harus mengatur multimeter ke rentang yang dapat diukur. 

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut. Pada probe hitam dihubungkan ke GND atau ground sedangkan probe merah dihubungkan ke VCC 5V.

Gambar-Mengukur-Tegangan-Lampu-Menggunakan-Multimeter-1.jpg

Gambar-Mengukur-Tegangan-Lampu-Menggunakan-Multimeter-2

kemudian ukur berapa banyak tegangan yang digunakan pada lampu LED, tegangan ini disebut sebagai jatuh tegangan LED. Sebagai catatan, dengan mengukur beberapa bagian rangkaian kita dapat menganalisis keseluruhan rangkaian.

Gambar-Mengukur-Tegangan-Lampu-Menggunakan-Multimeter-3

Overload Multimeter/AVOmeter


Apa itu overload? overload adalah kondisi dimana tegangan yang diukur lebih tinggi dari rentang pengukuran. Misalnya, bila mengukur tegangan 2 volt maka pilih pengaturan 2V. Jadi, jika kamu mengukur baterai 12V, gunakan pengaturan 20V. 

Apabila kamu salah mengaturnya atau misalnya kamu setting ke 5V untuk mengukur baterai 12V, maka kamu akan melihat layar meter berubah dan kemudian membaca '1'.

Gambar-Multimeter-Overload

Kenapa Tidak Ada 10V atau 100V

Gambar-kenop-multimeter

Mungkin kamu bertanya kenapa kenapa tombol meterannya tidak 10V malahan langsung 20V lalu 200V, hal ini karena biasanya bila ingin mengukur tegangan kurang dari 20V dipilih pengaturan 20V karena dapat membaca dari 2V sampai 19,99V (jauh lebih efisien).

Disamping itu, digit pertama pada banyak multimeter hanya mampu menampilkan '1' sehingga rentang dibatasi hingga 19,99 bukan 99,99. Oleh karena itu kisaran pengaturannya adalah 20V max bukannya 99V max.

2. Cara Mengukur Hambatan Menggunakan Multimeter/AVOmeter


Sebenarnya kamu bisa mengukur nilai hambatan sebuah resistor menggunakan kode warna pada badan resistor atau menggunakan tabel kalkulator kode warna. Berikut ini cara mengukur hambatan pada resistor menggunakan multimeter
  • Pertama-tama sediakan sebuah resistor kemudian atur multimeter ke pengaturan 20kΩ, selanjutnya tempelkan probe pada kaki-kaki resistor.
  • Saat mengukur hambatan resistor menggunakan multimeter maka akan muncul 3 kondisi angka pada layar yaitu 0,00 , 1, dan nilai resistor sebenarnya.
Gambar-Mengukur-Hambatan-Resistor-Menggunakan-Multimeter

  • Dalam hal ini, multimeter membaca 0,97, artinya resistor ini memiliki nilai 970Ω, atau sekitar 1kΩ (ingat pengaturan multimeter berada dalam mode 20kΩ atau 20.000 Ohm sehingga kamu perlu memindahkan desimal tiga tempat ke kanan atau 970 Ohm).
  • Jika multimeter menampilkan angka 1 atau menampilkan OL, itu artinya terjadi overload atau beban, kamu harus mengatur pengaturan yang lebih tinggi seperti pengaturan 200kΩ atau 2MΩ (megaohm). Pada gambar dibawah, kami menurunkan pengaturannya ke 200Ω

  • Jika multimeter menampilkan angka 0,00 atau hampir nol, maka kamu perlu menurunkan pengaturan ke 2kΩ atau 200Ω.
Yang harus diperhatikan bahwa banyak resistor memiliki toleransi 5%. Ini berarti bahwa kode warna dapat menunjukkan 10.000 Ohm (10kΩ), tetapi karena perbedaan dalam proses pembuatan, hambatan pada resistor 10kΩ bisa saja akan turun menjadi 9,5KΩ atau naik menjadi 10,5KΩ. 

Tapi tidak usah khawatir karena resistornya dapat berfungsi dengan baik sebagai resistor pull-up atau resistor biasa.

3. Cara Menggukur Arus Menggunakan Multimeter/AVOmeter


Cara Mengukur arus pada suatu rangkaian adalah dengan menghubungkan probe ke VCC dan GBD (secara paralel), untuk memudahkan saat pengukuran arus maka bisa mencoba memakai penjepit buaya.

Berikut langkah-langkahnya
  • Pertama pastikan kedua probe multimeter telah dihubungkan ke penjepit buaya.
Gambar-Cara-Mengukur-Arus-Menggunakan-Multimeter
  • Selanjutnya atur selektor ke angka 20mA, tetapi jika kamu merasa kalau arus yang akan diukur mendekati 20mA atau bahkan lebih 20 mA maka arahkan selektor ke 10A untuk amannya. Hal ini dilakukan karena apabila terjadi overloading arus maka sekering bisa saja meledak.

Gambar-Cara-Mengukur-Arus-Menggunakan-Multimeter-2

Pada gambar rangkaian diatas hasil pengukuran arus sebesar 1.8mA, tetapi pembacaan rata-rata arus sebesar 2.1mA

Ketika mulai mengukur arus suatu rangkaian, pasti kamu akan menemukan bahwa nilai arus berubah-ubah atau fluktuatif, mengapa hal ini bisa terjadi?.

Hal pertama yang harus kamu tahu bahwa multimeter akan bertindak sebagai sebuah kawat dimana ketika mulai mengukur arus maka akan membuat rangkaian tersebut menyala (close circuit), seiring berjalannya waktu, maka komponen pada rangkaian misalnya LED, mikrokontroler, sensor, atau komponen lainnya yang dapat mengkonsumsi daya (sebagai contoh ketika menyalakan LED maka akan terjadi kenaikan arus menjadi 20mA, lambat laun akan turun sedetik hingga akhirnya mati).

Pada layar multimeter kamu akan lihat pembacaan nilai arus seketika, tetapi lambat laun berubah, hal ini karena cara kerja multimeter yakni melakukan pembacaan dari waktu ke waktu lalu mengambil rata-ratanya, jadi nilainya akan berfluktuasi.

Seperti halnya ketika mengukur tegangan, posisi probe tidak masalah meskipun terbalik. Hanya saja nilai dari hasil pengukuran akan bertanda minus (-)

Gambar-Cara-Mengukur-Arus-Menggunakan-Multimeter-3


Sekian tutorial penggunaan Multimeter/AVOmeter, semoga bermanfaat