Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

15 Fungsi Kapasitor dan Jenis Kapasitor Beserta Gambarnya

Fungsi Kapasitor / Kondensator & Jenisnya


Pengenalan Kapasitor


Kapasitor adalah salah satu komponen pasif yang berguna untuk menyimpan energi atau muatan listrik dalam jumlah besar tapi dalam kurun waktu yang tidak lama / sementara. 

Lambang kapasitor adalah dua garis saling parallel tegak tegak lurus dengan sambungan kabel seperti yang terlihat pada gambar dibawah.

gambar simbol kapasitor

Lambang ini menunjukkan bahwa kapasitor pada dasarnya dibentuk oleh dua plat logam yang terpisah oleh isolator, dimana kapasitor atau kondensator dilambangkan dengan huruf "C".

Fungsi Kapasitor/Kondensator


Salah satu bagian penting ketika mempelajari kapasitor yaitu bagaimana fungsi kapasitor dalam suatu perangkat atau rangkaian elektronik.

Jika berbicara mengenai fungsi kapasitor maka yang akan kita terlusuri adalah apa peran kapasitor pada peralatan atau rangkaian elektronik tersebut, mengingat kapasitor merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam sebuah rangkaian elektronik.

Berikut ini 15 Fungsi Kapasitor 

1. Fungsi Utama Kapasitor sebagai Penyimpan Muatan Listrik


Tentu ini adalah fungsi kapasitor yang utama, banyak peralatan yang menggunakan kapasitor sebagai penyedia arus listrik seperti kipas angin, mobil, air conditioner/AC dan banyak lagi.

Untuk mengerti bagaimana kapasitor berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik maka cukup pelajari mengenai prinsip kerja sebuah kapasitor.

2. Kapasitor Berfungsi Sebagai Penyaring atau Filter


Gambar-Fungsi-Kapasitor-Sebagai-Filter

Fungsi kapasitor yang kedua adalah sebagai penyaring atau filter, biasa juga kita sebut kapasitor filter. Bagaimana cara kerja kapasitor sebagai penyaring atau filter?, berikut ulasannya

Secara umum, filter digunakan untuk menghapus bagian yang tidak diinginkan dari sinyal. Dengan memfilter maka kita dapat memblokir frekuensi yang tidak diinginkan yang dipancarkan di dekat penerima radio (yaitu untuk mengurangi gangguan frekuensi radio yang terpancar).

Karena filter pemrosesan sinyal merespons frekuensi, ada berbagai jenis filter, yang ditentukan oleh frekuensi pengaruhnya.

Kapasitor filter adalah kapasitor yang menyaring frekuensi atau rentang frekuensi tertentu dari suatu rangkaian. Biasanya kapasitor menyaring sinyal frekuensi sangat rendah yaitu sinyal yang sangat dekat dengan 0Hz dalam nilai frekuensi yang biasa juga dikenal sebagai sinyal DC.

Bagaimana Cara Kerja Kapasitor Filter


Cara kerja kapasitor filter didasarkan pada prinsip reaktansi kapasitif. Reaktansi kapasitif adalah bagaimana impedansi (atau resistansi) kapasitor berubah sehubungan dengan frekuensi sinyal yang melewatinya.

Yang harus kamu tahu tahu resistor adalah perangkat yang tidak reaktif dengan kata lain resistor hanya menyediakan resistansi yang sama terhadap suatu sinyal, tanpa memperhatikan frekuensi sinyal. 

Ini berarti, misalnya, sinyal 1 Hz dan sinyal 100 KHz, akan melewati resistor dengan resistansi yang sama. Frekuensi bukanlah faktor. Namun, kapasitor tidak seperti ini, kapasitor adalah perangkat reaktif dimana resistans atau impedansinya, akan bervariasi sesuai dengan frekuensi sinyal yang lewat. 

Kapasitor adalah perangkat reaktif yang menawarkan resistansi lebih tinggi terhadap sinyal frekuensi lebih rendah dan, sebaliknya, resistansi lebih rendah terhadap sinyal frekuensi lebih tinggi, berdasarkan rumus XC = 1 / 2πfc.

Hal ini berarti kapasitor mampu menyediakan nilai impedansi yang berbeda untuk sinyal frekuensi yang berbeda, sehingga dapat bertindak secara efektif sebagai resistor dalam suatu rangkaian.

Berikut ini Aplikasi dari Kapasitor Filter
  • Audio Rumah
  • Musik/Audio Live
  • Rekaman
  • Rangkaian Elektronika Daya
  • Dll

3. Kapasitor Sebagai Penghubung Kopling


Gambar-fungsi-kapasitor-sebagai-kopling
Fungsi Kapasitor selanjutnya adalah sebagai kopling, dikenal juga sebagai kapasitor kopling. Kapasitor kopling adalah kapasitor yang digunakan untuk memasangkan atau menghubungkan bersama dua rangkaian seri dimana hanya sinyal AC dari rangkaian tersebut yang lewat. Kapasitor memblokir sinyal DC untuk masuk ke rangkaian ke dua, dengan demikian, hanya melewati sinyal AC.

Berikut ini aplikasi dari Kapasitor Kopling
  • Menyeimbangkan sinyal DC dari komponen Nol DC Pada sinyal digital
  • Kopling kawat yang berjarak dekat dalam urutan picofarad antara dua konduktor
  • Melewatkan sinyal AC atau sinyal yang diinginkan dengan memblok sinyal DC seperti pada rangkaian audio dan ampilifier, rangkaian digital, rangkaian telekomunikasi, rangkain filter dan cross-over, dan rangkaian power supply

4. Kapasitor Sebagai Pengaman (Sekering)


Fungsi kapasitor selanjutnya adalah kapasitor sebagai pengaman (fuse), konsep kerja dari kapasitor sebagai pengaman adalah mendeteksi apabila terjadi kelebihan muatan atau arus pendek maka kapasitor akan memutus aliran listrik dari sumber arus sehingga tidak terjadi lompatan listrik.

Gambar-Kapasitor-Sekering

Salah satu aplikasi dari fungsi kapasitor ini adalah sebagai pengaman pada kapasitor bank. 

5. Kapasitor Berfungsi Sebagai Power Supply


Contoh-Rangkaian-ELCO-Untuk-Power-Supply
Fungsi kapasitor berikutnya adalah sebagai power supply/catu daya. Kapasitor power supply atau biasa juga disebut kapasitif dropper, adalah jenis catu daya yang menggunakan reaktansi kapasitif kapasitor untuk mengurangi tegangan listrik ke tegangan yang lebih rendah.

Contoh perangkat yang menggunakan kapasitor power supply sebagai sumber arus awal adalah mobil. Pada mobil, komponen kapasitor akan berperan sebagai sumber arus awal dimana kapasitor memiliki kemampuan untuk menyalurkan arus listrik lebih cepat dibanding aki mobil.

Seperti yang diketahui sistem penyaluran daya listrik pada aki berjalan cukup lambat sehingga peran kapasitor cukup penting disini.

6. Kapasitor Sebagai Penghalus Riak


Fungsi kapasitor berikutnya adalah kapasitor sebagai penghalus riak atau biasa disebut sebagai kapasitor smoothing.

Kapasitor Penghalus adalah kapasitor yang berfungsi untuk menghaluskan atau meratakan fluktuasi sinyal. Aplikasi yang paling umum digunakan sebagai kapasitor smoothing adalah menyearahkan tegangan listrik dimana menyearahkan rangkaian listrik arus/tegangan AC menjadi arus/tegangan DC.

Tegangan power supply terkadang dapat memasok tegangan tidak teratur dan tidak mulus yang sangat berfluktuasi. Ketika kita membutuhkan sinyal DC yang stabil, maka kapasitor smoothing adalah komponen yang tepat yang dibutuhkan untuk memuluskan sinyal yang berfluktuasi agar lebih stabil.

Berikut ini contoh ketika kapasitor smoothing digunakan bersama dengan rangkaian penyearah,

Jika kamu menempatkan resistor secara seri dengan dioda dan kemudian memasukkan sinyal AC ke rangkaian:

Gambar-Fungsi-kapasitor-sebagai-penghalus-riak
Sekarang jika kamu menempatkan kapasitor smoothing paralel dengan dioda seperti pada gambar dibawah, maka bentuk gelombang yang dihasilkan adalah:

Gambar-Fungsi-kapasitor-sebagai-penghalus-riak

7. Kapasitor Sebagai Penyeimbang Penghantaran Listrik


Berikutnya adalah fungsi kapasitor sebagai penyeimbang penghantaran listrk, ada kalanya terdapat beberapa komponen yang tidak menerima daya listrik yang cukup sehingga tidak bekerja maksimal, maka disinilah peran kapasitor untuk menyeimbangkan penghantaran arus ke semua komponen sehingga dapat bekerja secara maksimal.

8. Kapasitor Sebagai Cadangan Energi


Fungsi kapasitor berikutnya adalah sebagai energi saver. Adakalanya suatu aliran sirkuit terputus secara tiba-tiba, karena adanya arus tansien maka kapasitor dapat menyalurkan daya listrik, mirip seperti baterai singkat.

Fungsi Kapasitor Lainnya

  • Kapasitor sebagai penghubung arus (konduktor), bila dipasang pada rangkaian arus bolah-balik maka dapat melewatkan arus bolak-balik (AC)
  • Kapasitor sebagai penghambat arus (isolator), bila dipasang pada rangkaian Arus searah maka dapat memutus aliran arus searah (DC)
  • Kapasitor berperan sebagai komponen pemberi cahaya singkat pada blitz kamera (Flash)
  • Kapasitor berperan sebagai sebagai pembangkit sinyal frekuensi pada rangkaian antena
  • Kapasitor berperan sebagai Penentu frekuensi pada rangkaian osilator. 
  • Kapasitor berperan sebagai penghemat listrik contohnya kapasitor dipasang pada lampu Neon
  • Kapasitor berperan sebagai penggeser fasa
Itulah membahas 15 fungsi kapasitor, selanjutnya akan kita mengenal jenis-jenis kapasitor, berikut penjelasannya. Selain mengenal fungsi-fungsi kapasitor, tentunya kamu harus mengerti prinsip kerja kapasitor juga

Artikel Lainnya: 
Pengertian Kapasitor/Kondensator Lengkap Dengan Prinsip Kerjanya


Jenis Kapasitor


Pada dasarnya jenis kapasitor sangatlah banyak, oleh karena itu demi memudahkan dalam mengelompokkanya. Maka jenis kapasitor dapat dapat digolongkan kedalam 3 hal, yaitu :

1. Jenis Kapasitor Berdasarkan Polaritas
2. Jenis Kapasitor Berdasarkan Bahan Pembuat Dielektrik
3. Jenis Kapasitor Berdasarkan Ketetapan Nilai

1. Jenis Kapasitor Berdasarkan Polaritas


A) Kapasitor Polar


Sesuai dengan namanya kapasitor polar adalah jenis kapasitor yang memiliki polaritas positif (+) dan Polaritas negatis (-).

Dalam penggunaan kapasitor ini maka wajib memperhatikan polaristanya ketika pemasangan, dengan kata lain tidak boleh dipasang secara terbalik.

gambar simbol gambar Kapasitor Polar

Cara mengetahui polaritasnya adalah dengan memperhatikan bodi kapasitor, dengan memperhatikan bodi kapasitor maka dapat ditentukan kaki yang memiliki polaritas positif(+) maupun negatis (-)

gambar Kapasitor Polar

B) Kapasitor Non-Polar


Sesuai dengan namanya, kapasitor non-polar adalah jenis kapasitor yang mana kedua kutubnya atau kaki-kakinya tidak memiliki polaritas.

Dengan kata lain, penggunaan kapasitor non-polar lebih mudah karena tidak perlu memperhatikan pemasangan kakinya atau dapat diapasang secara terbalik.

gambar simbol kapasitor non-polar

umumnya kapasitor non-polar memiliki nilai kapasitansi yang relatif kecil dan bahan dielektriknya biasanya terbuat dari keramik, kertas, polyester dan mika. 



2. Jenis Kapasitor Berdasarkan Bahan Pembuat Dielektrik


A) Kapasitor Elektrolik (EL-CO)


gambar Kapasitor Elektrolik (EL-CO)

Pada kapasitor Elektrolit, elektroda dari kapasitor ini dibuat dari bahan aluminium dengan lapisan membran oksidasi yang tipis.

Ciri dari kapasitor elektrolit adalah adanya perbedaan polaritas pada kedua kutubnya atau kaki-kakinya (Kapasitor Polar). 

Dengan adanya perbedaan polaritas maka wajib diperhatikan saat pemasangan pada rangkaian, apabila pemasangan kaki-kakinya terbalik maka kapasitor dapat menjadi rusak bahkan dapat "MELEDAK":

Umumnya jenis kapasitor ini dipasang pada rangkaian power supply, rangkaian pewaktu dan pass filter, sebagai catatan jenis kapasitor ini tidak dapat dipasang pada rangkaian dengan frekuensi tinggi.

Cara menggunkaan kapasitor elektrolit ini cukup mudah yaitu dengan mengalikan catu daya dengan angka 2. Contohnya diketahui sebuah kapasitor diberikan catu daya dengan besar tegangan 5 volt maka kapasitor harus memiliki minimal tenaga kerja 5 x 2 = 10 volt

B) Kapasitor Tantalum


gambar Kapasitor Tantalum

Jenis kapasitor ini merupakan salah satu jenis kapasitor EL-CO dengan kata lain merupakan kapasitor polar, yang materialnya terbuat dari bahan tantalum untuk dielektriknya.

Pada pemasangan kutubnya tidak boleh terbalik, cara mengetahui polaritasnya dalah dengan mencari tanda "+" (Polaritas positif) pada bagian bodi kapasitor.

Karena terbuat dari bahan tantalum, kapasitor tantalum umumnya dipakai untuk sistem pada sinyal analog.

Hal ini karena kapasitor tantalum memiliki karakteristik frekuensi serta temperatur yang lebih baik dibandingkan kapasitor EL-CO yang dibuat dari bahan aluminium.

Contoh penggunaan kapasitor tantalum yaitu sebagai rangkaian filter, coupling capasitor serta noise limiter.

C) Kapasitor Keramik


gambar Kapasitor Keramik

Jenis kapasitor keramik dibuat dari bahan titanium acid barium untuk dielektriknya.

Kapasitor ini biasanya digunakan pada rangkaian berfrekuensi tinggi dengan cara melewatkan sinyal berfrekuensi tinggi menuju ke ground, hal ini karena kapasitor keramik tidak dibuat (dikontruksi) seperti koil.

Kapasitor keramik tidak memiliki polaritas dan umumnya memiliki nilai kapasitansi yang relatif kecil jika dibandingkan dengan kapasitor tantalum atau kaasitor EL-CO.

Kapasitor jenis ini juga tidak cocok digunakan pada rangkaian analog karena dapat mengubah bentuk sinyal.

D) Kapasitor Keramik Berlapis ( Multilayer Ceramic Capasitor)


gambar Kapasitor Keramik Berlapis ( Multilayer Ceramic Capasitor)

Jenis kapasitor ini memiliki material bahan yang sama dengan kapasitor keramik, perbedaaanya hanya pada jumlah lapisan yang menyusun dielektriknya.

Pada kapasitor jenis ini jumlah lapisan (layer) memiliki ketebalan 10-20 µm serta plat elektroda yg terbuat dari aluminium murni.

Meskipun memiliki bahan yang sama tapi karakteristik suhu yang dimiliki lebih baik ketimbang kapasitor keramik.

Penggunaan kapasitor jenis ini juga sama dengan kapasitor keramik yaitu melewatkan frekuensi tinggi menuju ke ground.

E) Kapasitor Polyester Film (Polyester Film Capasitor)


gambar Kapasitor Polyester Film (Polyester Film Capasitor)

Kapasitor jenis ini biasanyanya disebut kapasitor milar/mylar dan dibuat dari bahan polyester film untuk bahan dielektriknya.

kapasitor jenis ini memiliki kaarkteristik suhu yang lebih baik dibandingkan kapasitor EL-CO, Keramik,Tanralum,maupun kapasitor Keramik berlapis.

Kapasitor jenis ini umumnya digunakan pada rangkaian analog maupun pada rangkaian berfrekuensi tinggi dengan nilai toleransi sebesar ±5% hingga ±10%.

Baca juga : Apa Itu Kapasitor Milar, Fungsi, Datasheet & Aplikasinya

F) Kapasitor Polipropilen (Polypropilene Capasitor)


Kapasitor Polipropilen (Polypropilene Capasitor)

Kapasitor jenis ini memeliki jenis toleransi yang lebih besar dibandingkan jenis polyester film capacitor, disamping itu apabila frekuensi yang melalui kapasitor ini lebih kecil atau sama dengan 100KHz maka maka nilai kapasitansinya tidak akan berubah.

pada gambar tersebut menunjukkan sebuah kapasitor polipropilen dengan nilai toleransi ±1%.

G) Kapasitor Mika


gambar kapasitor mika webstudi.site

Kapasitor mika adalah jenis kapasitor yang relatif mahal, yang dibuat dari bahan mika sebagai bahan dielektriknya.

Kapasitor ini tidak memiliki nilai kapasitansi yang tinggi, tetapi karena memiliki tempratur koefisien yang rendah sehingga memiliki tingkat kestabilan yang baik.

Kapasitor mika biasanya digunukaan untuk filter frekuensi tinggi ataupun sebagai bagian dari rangkaian resonansi ataupun rangkaian tegangan tinggi, hal ini dikarenakan kapasitor mika memiliki karakteristik frekuensi yang bagus.

Contoh penggunaan kapasitor mika seperti pada radio pemancar yang memanfaatkan tabung transistor

Baca Juga : Apa itu Kapasitor Mika, Pengertian & Fungsinya

H) Kapasitor Polystyrene Film


Kapasitor Polystyrene Film webstudi.site
kapasitor ini terbuat dari polystrene film sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor ini memiliki kontruksi yang sama dengan kapasitor EL-CO yakni seperti koil.

Tipe kapasitor ini tidak bisa digunakan pada frekuensi tinggi tetapi cocok diaplikasikan untuk filter atau pewaktu dengan frekuensi beberapa ratus KHz.

Komponen kaki atau elektrodanya mempunya dua warna, yaitu abu-abu dan merah. Elektroda berwana abu-abu dibuat dari aluminium sedangakan Elektroda merah dibuat dari tembaga.


I) Kapasitor Super (Elektric Double Capasitor)


Kapasitor Super (Elektric Double Capasitor) webstudi.site

Pada dasarnya bahan dielektrik kapasitor ini sama dengan jenis kapasitor EL-CO. Perbedaannya hanya terdapat pada jenis kapasitansinya yang lebih besar.

Karena memiliki nilai kapasitansi yang besar, jenis Kapasitor ini menggunakan satuan F. Gambar diatas menunjukkan sebuah kapasitor super dengan ukuran 0.47F.

3. Jenis Kapasitor Berdasarkan Ketetapan Nilai


Berikut ini jenis kapasitor berdasarkan ketetapan nilainya yang kami rangkum dalam sebuah tabel

Jenis-Kapasitor-Berdasarkan-Ketetapan-Nilai


Itulah Penjelasan Fungsi Kapasitor serta Jenis Kapasitor, semoga bermanfaat. Jika kamu punya pertanyaan mengenai fungsi kapasitor ataupun mengenai jenis kapasitor. Silahkan berkomentar dibawah