Published 5:18 PM by Admin with 0 comment

Encoder adalah - Pengertian Encoder Berdasarkan Fungsi &Tujuannya

Jika kamu mencari informasi mengenai apa itu decoder, atau decoder adalah, tentunya kamu akan kebingungan karena akan ditemukan pengertian berbeda mengenai encoder. Hal ini karena kebanyakan situs hanya fokus pada satu topik mengenai encoder, apakah membahas encoder dari segi encoder digital atau dari segi machinery encoder.

Disini kami akan membahas berbagai pengertian encoder baik secara umum dan khusus

Pengertian Encoder Secara Umum


Secara umum, Encoder adalah sebuah perangkat atau proses yang mengubah data dari satu format ke format lainnya. Dalam pengindraan posisi, sebuah enkoder adalah perangkat yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengubah gerakan mekanis menjadi sinyal output berkode analog atau digital. 

Lebih khusus lagi,  encoder dapat dugunakan untuk mengukur posisi, kecepatan sementara, akselerasi dan arah yang dapat diturunkan dari posisi antar linier atau gerakan putar. Fungsi dari enkoder yang berbeda berasal dari berbagai prinsip fisik operasi, output, protokol komunikasi, dll.

Pengertian Encoder Dalam Logika Digital


Encoder adalah rangkaian kombinasional yang mana merupakan operasi kebalikan dari Decoder. Encoder memiliki maksimum 2n jalur input dimana "n" adalah jalur output. Karena mengkode informasi dari input 2n menjadi kode n-bit. Encoder akan menghasilkan kode biner yang setara dengan input yang mana adalah "Aktif Tinggi". Oleh karena itu, encoder mengkodekan 2n jalur input dengan ‘n’ bit.
Gambar-Encoder-Digital
Untuk encoder sederhana, dapat diasumsikan bahwa hanya satu jalur input yang aktif pada satu waktu. Sebagai contoh, mari simak enkoder Oktal ke Biner. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini, oktal ke biner encoder adalah jenis encoder 8 jalur input dan dihasilkan 3 jalur output.

Gambar-Encoder-Oktal-Ke-Biner

Pengertian Encoder Pada Mesin Untuk Motion Feedback & Motion Control


Encoder adalah salah satu peralatan permesinan yang dapat ditemukan hampir di semua industri. Berdasarkan penggunaanya, encoder adalah sensor gerak mekanis yang menghasilkan sinyal digital sebagai respons terhadap gerakan. Sebagai perangkat elektro-mekanis, encoder dapat memberikan informasi kepada pengguna sistem kontrol gerak mengenai posisi, kecepatan, dan arah.

Ada dua jenis encoders yaitu linear dan rotary. Encoder linier merespons gerakan di sepanjang jalur, sedangkan rotary encoder merespons gerakan rotasi. Suatu enkoder pada umumnya dikategorikan berdasarkan sarana keluarannya.

Disamping encoder linier dan rotary, berdasarkan sinyalnya ada yang disebut incremental encoders dan absolut encoders.


Cara Kerja Encoder



Secara sederhana, cara kerja sebuah Encoder adalah menggunakan berbagai jenis teknologi untuk menghasilkan sinyal, termasuk: mekanik, magnetik, resistif, dan optik (ini yang paling umum). Dalam pengindraan optik, encoder memberikan umpan balik berdasarkan gangguan cahaya.
Gambar-Cara-Kerja-Encoder
Gambar di atas menguraikan bagaimana sebuah konstruksi dasar dari incremental rotary encoder  menggunakan teknologi optik. Sinar cahaya yang dipancarkan dari LED melewati Code Disk, yang berbentuk dengan garis-garis buram (seperti jari-jari pada roda sepeda). 

Saat poros enkoder berputar, sinar cahaya dari LED terputus oleh garis-garis buram pada Code Disk sebelum diambil oleh Fotodetektor Assembly. Ini akan menghasilkan sinyal pulsa dengan: Menyala = on, tidak menyala = off. Sinyal selanjutnya akan dikirim ke counter atau pengontrol, yang kemudian akan mengirim sinyal untuk menghasilkan fungsi yang diinginkan.

Pentingnya Sebuah Encoder


Seperti yang telah dijelaskan encoder adalah perangkat yang dapat mengubah gerakan menjadi sinyal listrik yang dapat dibaca oleh beberapa jenis perangkat kontrol dalam sistem kontrol gerak, seperti counter atau PLC. Encoder adalah peralatan yang dapat mengirimkan sinyal umpan balik yang dapat digunakan untuk menentukan posisi, jumlah, kecepatan maupun arah.

Perangkat kontrol dapat menggunakan informasi ini untuk mengirim perintah untuk fungsi tertentu. Sebagai contoh:

  1. Dalam aplikasi peralatan pemotong otomatis, sebuah encoder dengan roda pengukur dapat memberi tahu perangkat kontrol berapa banyak bahan yang telah diumpankan, sehingga perangkat kontrol tahu kapan harus memotong.
  2. Dalam sistem aplikasi label servo presisi, sinyal encoder digunakan oleh PLC untuk mengontrol waktu dan kecepatan rotasinya.
  3. Dalam aplikasi percetakan, umpan balik atau feedback dari encoder mengaktifkan print head untuk membuat tanda pada lokasi tertentu.
  4. Pada sebuah crane, encoder yang dipasang pada poros motor dapat memberikan umpan balik posisi sehingga crane tahu kapan harus mengambil atau melepaskan bebannya.
  5. Dan masih banyak lagi, seperti pada penggunaan encoder pada observatorium, rel kereta api, tangga berjalan, dll.


      edit

0 komentar:

Post a Comment

Ada Materi Yang Kurang atau Kurang Lengkap ?, Silahkan Beri Komentar