Published 2:42 PM by Admin

Cara Kerja Mesin Fotocopy Lengkap dengan Gambar dan Bagiannya

Bagaimana Mesin Fotocopy Bekerja


Cara kerja mesin fotokopi sebenarnya bergantung pada prinsip-prinsip listrik dan fotokonduktivitas. Pada mesin fotocopy terdapat fotoreseptor peka cahaya yang berguna dalam menarik dan kemudian mentransfer partikel toner ke kertas biasa untuk membentuk salinan dokumen.

Gambar-Mesin-Fotocopy

Sebagian besar mesin fotokopi modern mengandalkan teknologi yang dikenal sebagai xerografi, yang pada dasarnya adalah teknik fotokopi kering. Ini melibatkan penggunaan partikel bermuatan listrik untuk menarik dan kemudian menyimpan partikel toner ke selembar kertas.


Asal-Usul Mesin Fotokopi


Pada masa sebelum mesin fotokopi dibuat, duplikat salinan dokumen biasanya dibuat dengan menempelkan sumber dokumen menggunakan kertas karbon atau mesin duplikasi manual. Meskipun merupakan cara lama tapi sampai sekarang cara ini masih digunakan ketika mengirim barang melalui bus untuk membuat salinan bukti pengiriman.

Mesin fotokopi pertama kali ditemukan oleh Chester Carlson yang merupakan seorang ahli pengacara paten. Dia bekerja di Kantor Paten New York mengharuskannya untuk membuat banyak salinan dokumen penting, pekerjaan tersebut membuatnya  cepat  lelah dan bosan serta tidak nyaman karena ia menderita radang sendi.

Foto-Penemu-Mesin-Fotocopy

Awalnya Chester Carlson melakukan percobaan fotokonduktivitas di dapurnya sendiri, membuat desain mesin fotokopi pertama, dan mengajukan hak paten desain fotokopinya pada tahun 1938.

Dia kemudian mendekati sejumlah perusahaan, termasuk General Electric dan IBM yang semuanya menolaknya, dengan alasan bahwa sejak itu ada sudah ada beberapa metode yang tersedia untuk membuat salinan duplikat dokumen, tidak ada yang akan tertarik membeli mesin fotokopi.

Namun, Carlson mengontrak organisasi nirlaba bernama Battelle Memorial Institute untuk melanjutkan penelitiannya dan menyempurnakan teknologi mesin fotokopinya.

Setelah beberapa waktu, seorang penjual kertas foto yang bertempat tinggal di New York memperoleh lisensi untuk memproduksi dan memasarkan mesin fotokopi buatan Chester Carlson. Yang kemudian pada tahun 1949, mesin fotokopi xerografis pertama bernama Model A diluncurkan.

Bagian Mesin Fotocopy


Mesin fotokopi atau dikenal juga sebagai "mesin xerox" terdiri dari komponen-komponen berikut:

Drum Fotoreseptor


Drum Fotoresetor (atau sabuk)yang ditutupi oleh lapisan bahan semikonduktor, seperti selenium, silikon atau germanium. Bisa dibilang ini merupakan bagian yang sangat penting yang terdapat pada mesin fotocopy.

Gambar-Drum-Fotoreseptor-mesin-Fotokopi

Toner 


Toner pada dasarnya merupakan cairan berpigmen, orang-orang sering juga menyebutnya sebagai "tinta kering", toner adalah campuran kering dari partikel plastik halus dan zat pewarna bermuatan negatif yang membuat duplikat gambar pada selembar kertas.

Gambar-toner-mesin-fotocopy

Kabel Corona


Kabel corona akan bekerja ketika diberi tegangan tinggi dengan cara mentransfer medan muatan positif ke permukaan drum fotoreseptor dan kertas fotokopi.

Gambar-Kabel-Corona-Mesin-Fotocopy

Sumber Cahaya & Beberapa Lensa


Pada mesin fotocopy  dokumen asli akan disorot menggunakan sinar terang dan memfokuskan salinan gambar ke bagian tertentu.

Gambar-Laser-Mesin-Fotocopy

Fuser


Fuser berguna dalam melelehkan serta menekan gambar toner ke dalam kertas fotokopi dan memberikan sentuhan akhir pada gambar duplikat sebelum dikeluarkan dari mesin.

Gambar-fuser-mesin-fotocopy

Bagaimana Prinsip Kerja Mesin Fotocopy


Untuk memulai proses penyalinan dokumen pada mesin fotokopi, tutup atas mesin fotokopi dibuka dan sumber salinan (dokumen asli) ditempatkan menghadap ke bawah pada permukaan kaca, di mana sinar cahaya terang akan memindai seluruh dokumen. 

Gambar-Cara-Kerja-Mesin-Fotocopy

Area putih pada kertas memantulkan lebih banyak cahaya, sedangkan area hitam memantulkan sedikit atau tidak ada cahaya. Bayangan listrik (atau gambar) dari sumber salinan terbentuk pada fotokonduktor.

Saat sabuk konveyor (dengan lapisan fotokonduktor) bergerak, dibutuhkan juga bayangan listrik. Partikel toner yang bermuatan negatif menempel pada bayangan listrik dan salinan dari dokumen asli dibuat pada sabuk konveyor.

Selembar kertas kosong dimasukkan ke dalam mesin fotokopi dari sisi lain, yang perlahan-lahan bergerak ke arah sabuk mesin fotokopi. Saat bergerak di ban berjalan, muatan positif yang kuat diberikan pada kertas kosong.

Daya positif kuat dari kertas kosong itu menarik partikel toner yang bermuatan negatif ke arahnya. Akibatnya, gambar duplikat dari dokumen asli dibentuk di atas kertas kosong.

Akhirnya, sesaat sebelum kertas salinan dikeluarkan, fuser (sepasang rol panas) memasok panas dan tekanan sehingga partikel-partikel toner terpasang secara permanen sehingga menyatu pada kertas.

Inilah sebabnya mengapa salinan duplikat yang baru dikeluarkan cukup hangat saat disentuh.

Itulah Cara Kerja Mesin Fotocopy, semoga bermanfaat

      edit