Published 2:01 PM by Admin

Pengertian Termistor Adalah, Jenis, Simbol, dan Contohnya

TERMISTOR


Apa itu Termistor ?


Termistor adalah resistor suhu sensitif atau lebih dikenal sebagai sensor suhu. Kata termistor sendiri terdiri dari dua kata yaitu "thermal" (suhu) dan "resistor". Semua resistor memiliki ketergantungan pada suhu, yang digambarkan oleh koefisien suhu. 

Dalam kebanyakan kasus untuk jenis resistor tetap atau variabel, koefisien suhunya diminimalkan, tetapi khusus pada termistor memiliki koefisien suhu yang tinggi.

Tidak seperti kebanyakan resistor lainnya, thermistor biasanya memiliki koefisien suhu negatif (negative temperature coefficients "NTC") yang berarti resistansi berkurang ketika suhu meningkat, jenis ini dikenal dengan nama termistor NTC. 

Resistor termal dengan koefisien suhu positif (Positive Temperature Coefficient "PTC"dikenal dengan nama Termistor PTC.

Pengertian Termistor


Secara sederhana, Termistor dapat diartikan sebagai sebuah resistor yang resistannya berubah secara signifikan terhadap perubahan suhu.

Jenis Termistor


Termistor adalah semikonduktor keramik, pada kebanyakan termistor biasanya terdiri dari oksida logam yang dikeringkan dan disinter agar mendapatkan faktor bentuk yang diinginkan. Jenis dari oksida dan aditif menentukan perilaku karakteristiknya.

Baca juga : Aplikasi Penggunaan Termistor Pada Termostat Digital

Untuk NTC biasanya dari kobalt, besi, nikel, tembaga atau mangan yang merupakan oksida biasa. Untuk PTC dari barium, strontium atau titanat timbal adalah yang umum digunakan

Termistor NTC


Tipe termistor NTC digunakan ketika perubahan resistansi pada rentang suhu yang luas diperlukan.

Termistor NTC sering digunakan sebagai sensor suhu pada kisaran -55°C hingga 200°C, meskipun termistor jenis ini sebenarnya masih dapat dibuat untuk mengukur jauh suhu rendah dari suhu yang lebih tinggi.

Termistor NTC memiliki keunggulan yaitu mampu merespon dengan cepat perubahan suhu, selain itu memilki keandalan, ketahanan, dan cukup murah.

Termistor PTC


Jenis termistor PTC ini digunakan untuk mengukur perubahan mendadak resistensi pada suhu tertentu. Termistor tipe PTC dapat menunjukkan peningkatan tiba-tiba resistensi di atas suhu yang ditentukan yang kita sebut sebagai saklar, transisi dari suhu "Curie". 

Secara umum suhunya beralih dari kisaran 60°C hingga 120°C. Termistor PTC sering digunakan untuk mengatur elemen pemanas dan mengatur ulang arus berlebih secara mandiri.

Secara ringkas, kamu bisa memperhatikan tabel dibawah ini yang mengambarkan perbedaan antara termistor NTC dengan termistor PTC.

Gambar-Tabel-Perbedaan-Termistor-NTC-PTC


Simbol Termistor


Berikut ini simbol termistor NTC dan PTC berdasarkan standar IEC

Gambar-Simbol-Termistor-NTC Gambar-Simbol-Termistor-PTC

Jenis Produk Termistor


Beberapa tipe produk dan ukuran termisttor tersedia di pasaran, tipe timah radial (radial leaded) adalah yang paling umum dan sebagian besar dibuat dari epoksi.

Tetapi intuk penggunaan di lingkungan yang keras, produk termistor kaca enkapsulasi (glass encapsulated) lebih cocok.

Untuk produk termistor terpadu juga tersedia, seperti threaded housing, lug atau probe yang mudah dalam pemasangan.

Gambar dibawah ini menunjukkan beberapa contoh tipe produk termistor yang tersedia di pasaran.

Gambar-produk-termistor-radial-leadedGambar-produk-termistor-axial-leadedGambar-produk-termistor-glass
  



Ada materi yang kurang ? Silahkan beri komentar dibawah

      edit