Published 6:21 PM by Admin with 0 comment

KWH Meter - Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya

KWH Meter



KWH Meter Adalah ?


KWH Meter - Salah satu jenis biaya yang dikeluarkan secara rutin tiap bulan adalah biaya tagihan listrik, setiap bulann kita menerima biaya tagihan listrik dari peralatan yang kita gunakan. Ketika tagihan listrik tiba-tiba naik dibanding bulan sebelumnya, tentunya Anda berpikir "Kenapa tagihan listrik saya bisa naik ? padahal peralatan listrik yang dipakai dirumah tidak bertambah.

Beberapa orang mungkin akan berpendapat bahwa masalahnya ada di KWH Meter, dimana jenis KWH meter digital / elektronis berjalan lebih cepat dibanding KWH meter analog / elektromekanis.

Gambar-Perbandingan-KWH-Meter-Analog-dan-Digital

Apakah benar ? tentu saja jawabannya TIDAK

Untuk membahas hal ini, mari kita pelajari lebih lanjut tentang KWH Meter 

Pengertian KWH Meter


KWH Meter adalah  alat yang digunakan untuk mengukur total energi listrik (atau listrik) yang dikonsumsi oleh peralatan yang diambil dari energi listrik dari catu daya utama di rumah. 

Tentunya kamu sudah tidak asing melihat meteran listrik ditiap rumah bukan? apa yang biasanya kamu lihat? jika dilihat secara dekat dibagian KWH meter terdapat deretan angka/digit. 

Apa arti angka-angka ini ? 

Angka-angka ini (bacaan pada meteran) memberi tahu kita telah berapa banyak unit listrik (disebut sebagai kWh dalam meteran listrik) yang telah dikonsumsi sejauh ini. Dengan kata lain, besarnya tagihan listrik akan bergantung sepenuhnya pada meteran ini.

Adapun pembacaan pada meteran pada KWH meter bersifat kumulatif, maksudnya adalah untuk menentukan pembacaan konsumsi bulan tertentu, perbedaan antara pembacaan bulan ini dan bulan sebelumnya dihitung, dimana nilai yang Anda dapatkan adalah konsumsi listrik bulan ini. 

Untuk lebih jelasnya, apabila bacaan pada meteran ini kecil, itu berarti konsumsi Anda rendah dengan kata lain tagihan listrik Anda akan lebih rendah dan sebaliknya apabila bacaannya besar, hal ini berarti konsumsi Anda tinggi dan akibatnya tagihan listrik Anda juga akan tinggi.


Jenis KWH Meter


Adapaun jenis-jenis KWH meter atau meteran listrik adalah sebagai berikut

1. KWH Meter Analog


KWH meter analog atau KWH meter elektromekanis adalah jenis kwh meter yang paling banyak digunakan di Indonesia beberapa tahun yang lalu, umumnya penggunaan KWH meter masih dapat ditemukan di daerah pedesaan. 

Gambar-KWH-Meter-Analog

Cara kerja KWH meter sebenarnya cukup sederhana. Ada piringan logam non-magnetik yang terpasang di dalam KWH meter yang akan berputar tergantung pada daya yang melewatinya. 

Jadi, jika daya yang melewatinya tinggi, maka cakram akan berputar lebih cepat dan apabila daya yang melewatinya rendah, cakram akan berputar lebih lambat. 

Laju rotasi pada nantinya akan menentukan pembacaan pada KWH meter, semakin tinggi jumlah rotasi, maka semakin tinggi pula pembacaan meterannya dan sebaliknya. 

Untuk membuat cakram berputar maka membutuhkan energi listrik tersendiri yang tidak terbaca di KWH meter, dibutuhkan daya sekitar 2 Watt untuk membuat cakram berputar.


2. KWH Meter Digital


KWH meter digital saat ini bisa dikatakan sebagai pengganti KWH meter analog. KWH meter digital mempunyai layar LED / LCD yang berguna untuk membaca konsumsi listrik dari peralatan yang terhubung, pembacaan digital pada KWH meter digital berbeda dengan KWH meter analog. 

Gambar-KWH-Meter-Digital

Dimana KWH meter digital jauh lebih efisien daripada KWH meter analog karena pada KWH meter digital akan membaca setiap unit listrik yang dikonsumsi.


3. Smart Meter / Meteran Pulsa Listrik


Smart meter PLN atau orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan meteran pulsa listrik adalah jenis meteran listrik terbaru. 

Meteran pulsa listrik terlihat mirip dengan KWh meter digital tetapi Smart meter PLN lebih baik daripada KWH meter analog maupun digital karena selain memberikan layanan biasa yaitu membaca konsumsi listrik, smart meter PLN juga terhubung ke internet. 

Gambar-Smart-Meter-PLN
Ini berarti bahwa tidak perlu lagi ada petugas PLN yang datang kerumah Anda hanya untuk mengambil pembacaan meter, dimana pembacaan secara otomatis dikirim melalui internet.

Mengapa Meteran Analog Mulai Ditinggalkan ?


Meskipun KWH meter analog sudah menjadi meteran umum dalam beberapa tahun terakhir, ada masalah tertentu pada operasinya. KWH meter analog terdiri dari bagian yang bergerak, maka tentu saja akan mengalami keausan seiring berjalannya waktu.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh USA Analog Devices Inc. ditemukan bahwa tingkat akurasi pada KWH meter analog terus menurun sesuai dengan berbagai faktor lingkungan seperti kelembaban, debu dan kotoran yang secara signifikan akan mempengaruhi tingkat akurasi operasi KWH meter analog. 

Disamping itu faktor-faktor lainnya seperti korosi, roda gigi yang sudah aus, dan serangga dapat membuat KWH meter analog tidak mampu menangkap konsumsi listrik suatu peralatan secara akurat. 

Pelumas pada roda gigi mekanis dapat mengering sehingga mengakibatkan kerusakan pada gigi roda gigi yang artinya akan mempengaruhi rasio roda gigi. 

Selain itu, pada KWH meter analog bisa saja terjadi kesalahan kalibrasi jika mengalami kejutan atau getaran yang tiba-tiba, akibatnya cakram yang berputar bisa saja berhenti.

Berikut ini grafik yang menunjukkan terjadinya penurunan akurasi pada KWH meter analog

Grafik-Penurunan-Akurasi-KWH-Meter-Analog

KWH meter digital lebih baik daripada KWH meter analog karena KWH meter digital tidak hanya mencatat jumlah pemakaian listrik saja tetapi juga menyediakan informasi berupa permintaan penggunaan sesaat dan maksimum, voltase serta faktor daya.

Singkatnya,

Jika Anda tiba-tiba heran dengan jumlah tagihan listrik yang tiba-tiba naik setelah mengganti KWH meter dari analog ke digital, maka yakinlah penyebabnya bukan karena konsumsi listrik Anda meningkat atau karena KWH meter digital membaca lebih banyak konsumsi listrik yang di pakai. 

Tetapi karena KHW meter analog tidak dapat menghitung konsumsi daya permenit ataupun karena tingkat akurasinya telah menurun karena telah digunakan cukup lama.

      edit

0 komentar:

Post a Comment

Ada Materi Yang Kurang atau Kurang Lengkap ?, Silahkan Beri Komentar